Kerajinan Kulit Sapi Diubah Menjadi Kulit Harimau Di Magetan

0 206

Kerajinan Kulit Sapi Diubah Menjadi Kulit Harimau Di Magetan

Perburuan harimau dilarang di manapun. Padahal, kulit harimau adalah yang paling banyak diburu untuk dikoleksi atau dijadikan bahan untuk pembuatan berbagai barang. Namun, kini seorang pemuda di Magetan, Jawa Timur, bisa memproduksi kulit harimau berbagai motif.

Adalah Debi Catur Setyobudi, warga Dukuh Alastuo, Desa Balegondo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, yang bisa memproduksi berbagai motif kulit harimau.
Banyak motif kulit harimau yang bisa diproduksi, seperti motif macan Sumatera, macan tutul kecil, macan tutul besar, cheetah/leopard, cheetah india, hingga motif kulit zebra. Yang diubah Debi menjadi kulit harimau adalah kulit sapi.
“Memang kulit sapi yang kami ubah motifnya. Secara sederhana, saya membuat cetakan motif harimau tutul misalnya. Lalu, saya semprot menggunakan pigment pewarna,” ujar Debi, yang sudah memulai usaha hampir empat tahun ini.
Awalnya, anak bungsu pasangan Sirun Priadi dan Eni Sri Mawar ini, pernah bekerja di pengolahan limbah industri kulit di Magetan.
 
Debi akhirnya memutuskan untuk memulai usaha sendiri. Hampir satu setengah tahun dia melakukan berbagai uji coba mewarnai kulit yang masih ada bulunya.  “Yang diwarnai itu sebetulnya bukan kulit, tetapi bulu sapi. Jadi membuat warna bulu berubah hingga menyerupai motif harimau, itu susah bukan main,” ujarnya. Meskipun yang dioleskan itu pigment warna hitam, belum tentu hasilnya nanti hitam seperti yang diharapkan.
“Sedangkan motif harimau atau leopard itu kan ada hitam, ada coklat dan coklat kemerahan. Mencampur pigmen untuk mendapatkan warna-warna seperti itu yang membutuhkan pengalaman,” katanya. Pada akhirnya memang pengalaman lah yang berbicara. Usahanya membuat kulit harimau itu kian ramai pemesan.
“Saya menjual berdasarkan ukuran. Satu feet atau sekitar 25 sentimeter persegi kulit motif satu warna biasanya seharga Rp35 ribu, kalau dua warna menjadi Rp40 ribu,” kata Debi.
Selain Yogyakarta, Solo dan Semarang, Pulau Bali adalah pulau yang paling banyak peminatnya.
“Selain diproduksi menjadi barang-barang seperti tas, sepatu, dan dompet, banyak yang diekspor ke negara-negara Timur Tengah,” kata Debi.
Tidak hanya untuk barang barang itu saja, kulit motif harimau dan zebra banyak diminati untuk dibuat menjadi kulit sofa, karpet, maupun jok mobil.
“Selain kulit sapi, banyak juga permintaan dari kulit domba atau kambing,” tambah pria 31 tahun ini.
Namun, tidak semua motif bisa diwarnai dengan cetakan sempot.  “Motif harimau sumatera harus dibuat dengan cara melukis. Dan ini lebih mahal sedikit harganya,” tambahnya.
Setiap bulan, Debi bisa mengirim antara 50 hingga 100 lembar kulit. Namun, permintaan pengiriman kulit harimau ini tidak selalu tetap, kadang banyak, kadang sedikit.
Source https://www.viva.co.id https://www.viva.co.id/berita/bisnis/726950-pria-ini-ubah-kulit-sapi-menjadi-kulit-harimau
Comments
Loading...