Kerajinan Kuningan Di Bau Bau

0 378

Kerajinan Kuningan Di Bau Bau

Pengrajin kerajinan kuningan Baubau, patut berbangga. Pasalnya, hasil produk mereka, seperti Mblolo, dengu-dengu, tawa-tawa dan periuk kuningan cukup diminati masyarakat sejumlah daerah. Dibuktikan, dengan larisnya produk kerajinan tradisional tersebut dipasaran. Penjualannya, baik dipasar maupun pesanan cukup tinggi.

Menurut Baari Ompu, pemilik Usaha UD Mulia Kuningan, Baubau, peminat produk kerajinan tradisional ini, selain lokal Baubau, dan Sultra, juga datang dari Indonesaia Timur, seperti Maluku, dan lainnya. ”Pemesan produk kerajinan kuningan ini, terkadang datang dari Indonesia Timur,” katanya.

Dia mengaku menekuni pekerjaan pembuatan kerajinan kuningan ini sudah empat generasi meneruskan usaha kerajinan kuningan tradisional ini. Sejarahnya, usaha Kuningan tradisional ini ada sejak abad 13 Masehi sewaktu kerajaan Buton berada. Kebanyakan produk yang berkembang semenjak kerajaan Buton ini di produksi UD Mulia Kuningan. Bukan cuma itu, pada zaman kerajaan bugis dahulu pun, pernah memesan kuningan tradisional dari Baubau.

Para pembeli kebanyakan datang dari kalangan pemerintahan, pemusik tradisional dan pengusaha sewa alat musik yang datang dari sejumlah daerah di Buton Raya, seperti Wanci, Kaledupa, Tomia, Binongko, Kabaena, Raha, dan bahkan hingga Maluku dan daerah lain di Indonesia Timur.

Soal harga, kata dia, kerajinan produk kuningan yang dijual, seperti talang kuningan ukuran 72 Cm seharga Rp 1.750.000, periuk kuningan ukuran 20 Cm dijual Rp 250 ribu, tawa-tawa ukuran 35 Cm dijual Rp 2 Juta, Bmlolo ukuran 60 Cm Rp 1,5 juta. Sedangkan Dengu-Dengu ukuran 15 Cm dijual dengan harga Rp 1,5 juta per set.

Untuk pembuatan, rata-rata dalam sehari sekitar lima hingga 20 Periuk, Dengu-Dengu, Tawa-Tawa, dan Bmlolo masing-masing satu set. Khusus produk kerajinan ini, pembelinya kebanyakan dari lokal Baubau, dan daerah lain, seperti dari Wakatobi, Maluku, dan Makassar.

Dia berharap pemerintah atau instansi terkait memperhatikan pengrajin tradisional ini, dengan memberikan bantuan modal usaha agar dikemudian terus berkembang, seiring majunya daerah ini. ”Kami masih membutuhkan modal untuk mengembangkan kerajinan turun temurun ini,” harap Baari Ompu

Source http://kerajinanbuton.blogspot.com http://kerajinanbuton.blogspot.com/2011/01/d.html
Comments
Loading...