Kerajinan Kurumie Di Jakarta

0 342

Kerajinan Kurumie Di Jakarta

Kurumie adalah kerajinan tangan asal Jepang yang mulai digemari di Indonesia. Penggemar dilatih tekun dan sabar dengan kerajinan tangan membungkus gambar dengan kertas. Kurumie sudah menjadi bagian budaya Jepang sejak zaman Edo, sekitar tahun 1600-an. Di Jepang, kertas yang digunakan adalah kertas washi. Di Indonesia, kertas washi bisa diganti dengan beragam kertas lain, bahkan juga digunakan kain-kain perca batik sebagai bentuk inovasi perpaduan budaya Jepang-Indonesia. Penggemar kerajinan tangan kurumie sudah cukup banyak di Indonesia. Namun, secara resmi, perajin kurumie menggelar pameran karya baru pertama kali, yaitu 2-14 Mei 2013, di Japan Foundation Jakarta.

Dalam hitungan waktu 2-3 jam, karya-karya kurumie peserta pelatihan pun jadi. ”Selesai juga, tidak mengira bisa membuat kerajinan sebagus ini,” ujar Ella, salah satu peserta workshop kurumie. Menghasilkan uang Ella menuturkan, ia sudah sejak SMP menyukai kerajinan kurumie. Namun, saat itu ia kesulitan mendapatkan pola dan bahan untuk membuatnya. ”Saat itu saya dikenalkan oleh guru dan tidak tahu nama kerajinannya apa. Setelah telanjur suka, rupanya bahan dan polanya sulit didapat. Akhirnya saya tidak bisa menekuninya.

Saat ini saya tahu nama kesenian ini kurumie dan sudah ada orang-orang yang bisa dimintai tolong mencarikan bahan-bahannya,” ujar Ella. Ella yang memang menyukai kerajinan tangan itu ingin mengembangkan kerajinan tangan yang baru dipelajarinya untuk membuat karya-karya sendiri. Edelyn, mahasiswi sekolah mode LaSalle Jakarta, juga tertarik untuk mendalami kerajinan kurumie. ”Saya baru pertama mengenal kerajinan tangan ini. Saya langsung menyukainya. Mungkin saya akan menekuninya sambil kuliah,” ujarnya. Tidak pernah diketahui secara pasti kapan kerajinan tangan ini mulai masuk Indonesia.

Namun, rata-rata yang mengerjakannya adalah perempuan- perempuan yang memiliki waktu senggang. ”Kurumie ini butuh kesabaran dan kerapian. Asal tekun saja, maka hasilnya bisa bagus,” ujar Rohana, perajin kurumie yang sudah memasarkan karyanya sebagai kerajinan tangan tersebut. Karya kurumie Rohana dijual Rp 150.000-Rp 350.000 per potong. Karyanya dititipkan di toko milik temannya. ”Kalau saya, baru menekuni kurumie pada tahun 2012. Namun, kerajinan kurumie kira-kira sudah masuk ke Indonesia tahun 2008-2009 karena saat itu saya pernah melihatnya di suatu tempat,” ujar Linda.

Source https://lifestyle.kompas.com https://lifestyle.kompas.com/read/2013/06/03/09445421/Belajar.Sabar.dengan.Kerajinan.Kurumie
Comments
Loading...