Kerajinan Lambang Garuda Di Tanjungsari

0 170

Kerajinan Lambang Garuda Di Tanjungsari

Momen HUT kemerdekaan RI ke 73, menjadi waktu perajin lambang negara untuk mendulang rupiah. Disini, lambang burung garuda berbahan sterofoam, ramai diserbu konsumen. Bahan baku limbah ini berhasil disulap menjadi kerajinan berharga dan mempunyai nilai harga jual tinggi. Di tangan Mamik Bambang Sutejo, beragam sampah sterofoam disulap menjadi beraneka ragam kerajinan. 

Mendekati peringatan HUT kemerdekaan RI ini, sampah sterofoam sangat divari mamik. Sebab sampah itu bisa disulap  menjadi ikon lambang negara Indonesia yaitu Burung Garuda. Lambang burung garuda sangat laris dipesan warga Pacitan, sebagai wujud kebanggan atas kemerdekaan Indonesia.
Menurut pria warga Desa Tanjungsari Pacitan ini, setiap kali mendekati pesta rakyat produk kerajinan miliknya laris diserbu. “Sudah 30 buah lambang garuda ludes dalam kurun waktu 1 minggu ini,” cerita Bambang.
Omset yang didapatkan melonjak hingga 50 persen. Jika hari hari biasa, dalam sebulan ia mampu mendapatkan omset Rp 2 juta, di momen perayaan HUT RI yang ke 72 ini, omset hingga Rp 6 juta.
Harga yang di tawarkan bermacam macam. Untuk lambang garuda ukuran kecil dibanderol Rp 150 ribu, untuk ukuran sedang Rp 350 ribu. Sedangkan ukuran besar yakni 1,5 meter dibanderol harga Rp 500 ribu, sesuai tingkat kesulitan dan kerumitannya.
Source http://pojokpitu.com http://pojokpitu.com/baca.php?idurut=68237&&top=1&&ktg=Jatim&&keyrbk=.Ekonomi
Comments
Loading...