Kerajinan Lampion Bulu Di Desa Kerobokan Kelod

0 109

Kerajinan Lampion Bulu Di Desa Kerobokan Kelod

Dua pemuda bernama Bofi Suganda dan Septiawan terlihat sedang sibuk mengerjakan lampion gantung, di sebuah Art Shop bernama Ufo Shop, di Jalan Tangkuban Perahu, Desa Kerobokan Kelod, Denpasar. Kedua karyawan yang kompak menggunakan kaos suporter Bonek Persebaya ini sedang bekerja dengan tugas masing-masing untuk membuat lampion gantung dari bahan rotan tersebut.

Bofi Suganda, di halaman depan Art Shop, sedang memilah bahan rotan yang bagus untuk dijadikan lampion gantung. Sedangkan Septiawan dengan cekatan merakit bahan rotan dengan alat cetak besi yang bisa diputar untuk merangkai sesuai bentuk lampion orderan pelanggan.

Bofi Suganda pemuda asal Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengaku baru satu tahun lebih menjadi pengrajin lampion gantung yang diajari oleh pemilik Art Shop yang tak lain adalah bosnya yakni Ibu Linda.

Bofi menjelaskan untuk membuat lampion gantung tersebut sangat mudah, cukup ada bahan rotan, dan sebuah besi berukuran kecil, kemudian pisau cutter untuk memotong rotan serta lem warna putih merk Fox dan gunting untuk memotong kain.

Untuk model lampion gantung beraneka ragam, mulai dari model berbentuk seperti buah labu, buah pear, oval, bulat dan model kapsul. Untuk ukuran yang paling kecil 30 centimeter dan yang paling besar 80 centimeter.

“Kalau ukuran paling kecil, dalam sehari saya bisa buat 10 sampai 12 lampion gantung. Kalau yang paling besar itu sekitar 8 buah dalam sehari. Tapi kalau lampion gantung yang dihiasi bulu ayam itu yang paling lama bisa sampai 1,5 jam,” imbuhnya.

Dia juga mengungkapkan, untuk kain yang ditempelkan di lampion gantung itu dari bahan katun dan motifnya tergantung pelanggan tinggal dibuatkan sesuai pesanan motif kainnya.

“Kalau untuk harganya yang paling kecil itu hanya Rp 45 ribu, kalau yang paling besar atau yang dihiasi bulu ayam Rp 550 ribu,” ungkap Bofi.

Untuk orderan, Bofi mengaku lumayan banyak dalam sebulan, sekitar ratusan lampion yang dipesan. Pesanan juga berasal dari luar negeri seperti Australia dan Eropa.

“Dalam sebulan ada ratusan, peminatnya lumayan ada dan juga yang dikirim ke Australia dan Eropa. Selain itu juga ada pesanan dari restoran dan kafe untuk dijadikan hiasan. Bahannya juga cukup kuat, asal tidak kena air bisa bertahan dalam satu tahun,” ujarnya.

Source https://www.merdeka.com https://www.merdeka.com/peristiwa/mengintip-kerajinan-lampion-gantung-di-bali-yang-diminati-hingga-australia-eropa.html
Comments
Loading...