Kerajinan Lampion Gammara Karya Mahasiswa Unhas

0 305

Kerajinan Lampion Gammara Karya Mahasiswa Unhas

Bisnis Usaha Mikro Kecil (UMK) terus tumbuh di Kota Makassar. Tidak hanya dari beberapa rumah tangga, di dunia kampua pun tumbuh subur. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan yang digelar Direktoran Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) pengembangan ide bisnis di lingkup mahasiswa terus dirangsang dengan berinovasi.

Salah satunya, prakarya berbahan dasar tenun khas Sulawesi Selatan, sebagai upaya untuk mendukung industri kreatif berbasis budaya lokal.

Ketua Tim PKM Kewirausahaan, Puji Puspa Sari yang merupakan mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) serta Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin ini membuat produk yang diberi nama Lampion Gammara.

“Lampion ini merupakan perpaduan antara kain tenun dan lampion yang memanfaatkan limbah mebel dan koran bekas sehingga kerajinan ini mendukung proses daur ulang limbah kayu dan kertas,” katanya.

Selain itu, fungsi ganda yang dihasilkan produk menjadi daya tarik tersendiri karena dapat menjadi souvenir khas Sulawesi Selatan, aksesoris ruangan, dan lampu tidur atau hias.

“Salah satu alasan yang mendasari ide bisnis berbahan baku tenun Bugis-Makassar-Toraja, selain karena ingin memperkenalkan budaya Sulawesi Selatan di kancah Nasional dan Internasional juga sebagai wujud nyata pemanfaatan tenun dalam bentuk prakarya, sebagai inovasi baru yang diharapkan dapat bersaing di pasar industri kreatif ” ujar Puji sapaanya.

Lampion Gammara telah diproduksi selama kurang lebih dua bulan dengan lokasi produksi terletak di Asrama Penjernihan Unhas.

Produk Lampion Gammara telah digunakan beberapa acara dan tokoh penting seperti Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia yakni, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan pada kuliah tamu yang menghadirkan dosen Flinders University Australia,” katanya.

Source http://makassar.tribunnews.com http://makassar.tribunnews.com/2018/06/27/cantiknya-lampion-gammara-karya-mahasiswa-unhas-berbahan-dasar-limbah-kayu-dan-koran-bekas
Comments
Loading...