Kerajinan Lampion Kemerdekaan Di Tulungagung

0 146

Kerajinan Lampion Kemerdekaan Di Tulungagung

Omzet produksi lampion bertema HUT Kemerdekaan RI di sentra kerajinan lampion Tulungagung, Jawa Timur, naik signifikan seiring meningkatnya order atau pesanan dari berbagai daerah, seperti Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Blitar dan Kediri.

Salah satu perajin lampion kemerdekaan, Eka Nurwijayanti, mengungkapkan saat ini permintaan lampion hias bertema HUT kemerdekaan ke-70 RI mencapai kisaran 2.500 unit.

Menurutnya, jumlah itu jauh meningkat dibanding saat menjelang Lebaran lalu yang sempat tembus 2.000 pesanan, atau pada hari biasa yang hanya di bawah produksi 500 lampion.

“Kami sampai harus menghentikan dulu produksi tas bahan daur ulang untuk fokus menyelesaikan pesanan lampion yang melimpah,” tutur Eka di sela kegiatannya membuat lampion kemerdekaan di tempat usahanya di Desa Gondang, Kecamatan Gondang.

Dengan banyaknya pesanan, dirinya terpaksa mengerahkan 10 orang pekerja dari para tetangganya agar pesanan lampion selesai tepat waktu. Sepuluh para pekerja dianjurkan untuk lembur mengerjakan lampion mulai dari kerangka lampion yang terbuat dari kayu, limbah pabrik pengolahan kayu, hingga menutup kerangka dengan plastik vinyl.

Eka menjelaskan, mayoritas pesanan yang dia terima yakni lampion berbentuk kotak atau persegi dengan berbagai ukuran. Dengan bentuk yang sederhana ini, perajin lampion tidak begitu merasa kesulitan dalam pembuatannya dan juga pesanan dengan jumlah banyak lebih cepat pengerjaannya, meskipun waktunya terbatas.

“Bentuk ini (persegi/kotak) adalah yang paling diminati pembeli. Kami belum berencana membuat inovasi model lain karena selain lebih rumit, harga jual produk biasanya juga menjadi mahal dan itu memberatkan pembeli,” kata Agus, perajin lain di lokasi yang sama.

Harga lampion yang dijual di sentra kerajinan lampion Eka dipatok bervariasi. Untuk lampion ukuran kecil dijual seharga Rp40 ribu per unit untuk harga eceran, atau Rp35 ribu per unit untuk pembelian paket minimal 10 lampion.

Sedangkan untuk ukuran sedang dipatok seharga Rp. 80 ribu per unit, ukuran besar dengan harga Rp100 ribu per unit, dan ukuran jumbo Rp150 ribu per unit. Seluruh ukuran lampion tersebut telah dilengkapi bola lampu dan kabel.

Dari sekian produk dan ukuran yang dijual itu, paling banyak permintaan adalah lampion ukuran kecil oleh lingkungan masyarakat dari berbagai pelosok desa/kelurahan di Tulungagung, Trenggalek, Blitar, hingga Malang.

“Ada juga pesanan dari pemerintah daerah. Ini kemarin kami mengirim pesanan lampion untuk pendopo (kabupaten Tulungagung),” ujarnya.

Source https://economy.okezone.com https://economy.okezone.com/read/2015/08/13/320/1195569/perajin-lampion-tulungagung-kebanjiran-order-jelang-17-an
Comments
Loading...