Kerajinan Lampion Takbiran Di Yogyakarta

0 152

Kerajinan Lampion Takbiran Di Yogyakarta

Lebaran selalu identik dengan orang-orang yang berjualan ketupat di pinggir jalan. Selain berjualan ketupat, lebaran juga identik dengan para pedagang lampion yang menajajakan dagangannya untuk menyambut malam takbir menjelang hari kemenangan.

Alun-alun utara sendiri adalah tempat, dimana banyak para pedagang yang menjual lampion untuk memeriahkan malam takbir di setiap perayaan idul fitri. Salah satu dari para pedangang itu adalah Slamet (34) yang sudah berjualan lampion di sekitar alun-alun utara sejak tahun 2008.

Ia menuturkan, pertama dirinya membuat lampion karena ingin mencoba peruntungan menjelang malam takbir, dirinya melihat di setiap pawai takbir pasti terdapat lampion yang dibawa oleh anak-anak sembari mengelilingi rute takbir.

“Karena banyak yang bawa lampion itu saya buat untuk dijual, dulu saya buatnya masih dari bambu, terus dibentuk bintang atau kapal dan dilapisi kertas minyak warna warni. Penerangan lampion juga masih pakai lilin,” katanya saat ditemui di tempat berdagangnya.

Setelah berganti tahun sekarang lampion sudah mengalami perubahan, mulai dari bentuk dan penerangan yang dipakainya.

Dirinya pun mengikuti perkembangan teraebut dengan mulai menggunakan lampu stik berwarna warni sebagai sumber penerangan lampion. Harga yang ditawarkan pun sekarang jauh berbeda pada waktu pertama ia berjualan lampion.

“Kalau dulu kan bahannya dari bambu dan kertas minyak, terus 2010 beralih pakai gabus dan lampu itu lampionnya mas. Tahun 2008, paling mahal dulu Rp.10 ribu rupiah dan paling murah Rp.7500, kalau sekarang yang bentuk bola dan dilapisi benang harganya Rp. 60 ribu, bentuk bintang ada lampunya Rp.40 ribu, dan untuk yang gagang bambu tanpa lampu Rp. 30 ribu,” jelasnya.

Mengenai untung yang diperoleh, ia menuturkan bahwa tidak selalu sama setiap harinya, namun mendekati malam takbir pasti semakin meningkat pendapatannya.

“Saya jualan jika lebaran kurang lima hari sampai takbiran saja. Lakunya lumayan perharinya, hari pertama baru laku tiga buah, sekitar Rp. 90 ribu, tapi semakin hari menjelang takbiran keuntungan semakin meningkat, kemarinnya saya dapat Rp. 350 ribu dan kemarin Jumat itu dapat Rp. 400 ribu,” pungkasnya.

Santoso, bapak dua anak yang membeli lampion mengatakan, dirinya beserta kedua anaknya sengaja datang kesini dari Banguntapan untuk membelikan lampion kedua anaknya tersebut.

“Anak-anak nanti malam mau takbiran, terus pengen dibelikan lampion. Jadi saya kesini untuk menuruti anak-anak saya,” ujarnya.

Source http://jogja.tribunnews.com http://jogja.tribunnews.com/2017/06/24/pedagang-lampion-memanfaatkan-momentum-malam-takbir
Comments
Loading...