Kerajinan Lampu Hias Karya Mahasiswa UNAIR Di Surabaya

0 283

Kerajinan Lampu Hias Karya Mahasiswa UNAIR Di Surabaya

Para mahasiswa UNAIR tidak pernah miskin kreatifitas. Salah satunya, yang dilakukan pemuda-pemudi dari D3 Radiologi Fakultas Vokasi di Surabaya Jawa Timur. Mereka mengkreasi limbah atau barang bekas menjadi karya sarat manfaat.

Semua itu bermula saat dosen di mata ajar kewirausahaan semester IV memberi mereka tugas. Sejumlah 53 mahasiswa yang dibagi menjadi empat kelompok itu wajib membuat hasta karya. Produk tersebut mesti realistis untuk dibisniskan. Maka itu, mereka juga harus membuat bisnis plan yang rasional.

Yang menarik, limbah yang dipakai berasal dari bidang mereka sendiri. Dengan demikian, perpektif kewirausahaan yang dijadikan pedoman tidak jauh dari program studi yang digeluti.

Limbah yang dikreasi tersebut antara lain berupa film rontgen yang sudah rusak, botol cairan kontras, karton pembungkus film rontgen, dan lain sebagainya. Memang, untuk “membisniskannya” dalam skala besar, perlu koordinasi dengan sejumlah stake holder. Baik di tingkat pusat hingga daerah.

Tapi, rencana tersebut bukan tidak mungkin. Mengingat, jaringan program studi radiologi yang sudah luas dan branding kampus UNAIR yang kuat. Bukan mustahil pula, suatu saat mereka akan ikut meramaikan pekan atau pameran handicraftberbahan dasar limbah.

Kerajinan Lampu Hias

Sepintas, modelnya seperti lampion. Bentuknya kotak persegi panjang dengan tinggi sekitar 50 cm. Bahan dasarnya, karton pembungkus film. Kalau diperhatikan, presisi kotak tersebut tak kalah dengan buatan pabrik.

Ada dua prototipe yang dibuat kelompok bernama Sentolop Corp tersebut. Pertama, bermotif lampu belajar. Untuk menegaskan esensi barang ini yang memang berupa: lampu hias. Kedua, bertingkat vertikal dengan cat warna hitam. Ada kesan berundak sehingga lampu yang dihasilkan berpendar dengan tekstur selang-seling.

“Di dalam frame yang kami buat itu diberi lampu LED yang tidak gampang panas. Pastinya, tetap butuh kabel dan aliran listrik,” ujar Nur Aisyah Arie, salah satu pembuat lampu hias tersebut. “Konsumen kami adalah pecinta hiasan rumah. Bisa pula, restoran atau kafe yang ingin memberi suasana berbeda di tempatnya,” kata Irfan Rizkiansyah, rekannya.

Ditambahkan mahasiswi lain di kelompok tersebut bernama Sheilla Aulia Usman, pembuatan karya ini butuh ketekunan. Sebab, mereka mesti membuat bentuk-bentuk kotak persegi panjang dari karton. Artinya, semua mesti dipermak simetris dan berlapis agar kokoh. Biar tampak indah dan tidak terlihat sembarangan. “Kerjasama tim dan keseriusan adalah kuncinya,” ujar dia. Bila dijual, harga per lampu hias berkisar Rp 80 ribu per buah.

Source http://news.unair.ac.id http://news.unair.ac.id/2016/04/20/mahasiswa-d3-radiologi-ubah-limbah-jadi-karya-kreatif/
Comments
Loading...