Kerajinan Langgam Souvenir Di Sumatera Utara

0 169

Kerajinan Langgam Souvenir Di Sumatera Utara

Aneka souvenir tersusun cantik di sebuah rak bercat putih yang menggantung di dinding rumah Evi Amroeni (44), pemilik Langam Souvenir yang beralamat di Jalan Pengabdian, Gg Haji Musa Pulungan, Bandar Setia, Deliserdang. Rumah tinggal sekaligus dijadikan workshop inilah para pekerja yang terdiri dari ibu-ibu di lingkungan sekitar bekerja membuat souvenir untuk keperluan berbagai hajatan seperti pesta pernikahan, sunatan, wisuda, acara seminar dan lainnya.

Kipas, boneka mungil dari handuk, dompet berbahan batik, bros serta bermacam kerajinan dari kain perca ada  di sini. Khusus bros, harganya mulai dari Rp 1000 – Rp 20.000 dengan minimal pemesanan sebanyak 500 buah.

Di luar order khusus semisal pesta pernikahan, produksi bros Langgam Souvenir yang kini punya 5 karyawan tetap dan beberapa pekerja lepas bisa mencapai 1000 buah per minggu. Hasil kreasi kerajinan tangan Evi Amroeni ini banyak diminati konsumen.

Apalagi setelah aktif mempromosikan produknya di sosial media, sejak 3 tahun belakangan Langgam Souvenir makin dikenal luas meski sebenarnya sudah eksis dan memiliki legal hukum sebagai yayasan kerajinan tangan sejak 2005 lalu.

Seperti di fesbuk, mereka punya akun sendiri dengan nama Langgam Souvenir. Aneka kerajinan tangan maupun kegiatan yang dilakukan langgam souvenir diekspos di akun ini. Tak jarang, pemesanan pun datang lewat sosial media ini.

Mengingat permintaan yang kian banyak, untuk mengembangkan produksinya tepat disamping kanan rumahnya ia pun telah mendirikan sebuah bangunan berukuran 6×2,5 meter persegi, berlantai 3, yang dijadikan pusat produksi craft dan batik. Permintaan tak hanya datang dari Medan sekitar bahkan luar kota seperti Pekanbaru, Aceh, Dumai, Jakarta bahkan hingga ke negeri jiran Malaysia.

Tak hanya souvenir Evi Amroeni pun menyediakan paket menghias kotak hantaran maupun menghias mahar pernikahan seperti tren saat ini berupa uang mahar yang disusun indah didalam bingkai. Paket kotak hantaran ini merupakan salah satu yang diminati pelanggan.Setiap minggunya sedikitnya Evi bisa menerima pesanan kotak hantaran 3-5 pelanggan.

Harganya mulai dari harga Rp 150 ribu hingga Rp 1,5 juta. Paket yang disediakan ada 4 jenis sesuai budget yakni minimalis, standar, ekslusif dan deluxe. Dari kreasi kotak hantaran ini saja per bulannya Evi Amroeni bisa mengantongi omzet Rp 20 juta.

Evi Amroeni yang menguasai teknik menghias hantaran sampai di level 3 adalah Ketua Ikatan Pembuat Hantaran Indonesia (IPI) Pancawati Sumatera Utara. Kreasi Evi dalam memadu unsur etnik budaya yang dipadu gaya modern, pada tampilan kotak hantaran bahkan sudah dibukukan.

Evi berharap, langgam souvenir ke depannya bisa menjadi pusat kerajinan tangan terbesar di Sumatera Utara khususnya sehingga bisa membuka lapangan kerja yang lebih luas kepada masyarakat sekitar. Itu sebabnya, ia pun tak pelit ilmu dan sukarela memberi pelatihan bagi siapa saja yang ingin belajar membuat kerajinan tangan tanpa dipungut bayaran.

Sayangnya, dari beberapa kali pelatihan yang kerap dilakukannya sejak tahun 2000 an lalu hanya sedikit yang berminat untuk menekuni keterampilan kerajinan tangan ini secara serius. Padahal, selain bisa dikerjakan di rumah sambil mengawasi anak-anak di rumah tentu saja bisa menghasilkan rupiah. Setidaknya jenis keterampilan ini adalah pekerjaan sambilan yang sangat cocok dilakukan kaum ibu yang ingin menambah penghasilan tanpa meninggalkan rumah.

“Saya juga berharap pemerintah membantu memberi jalan pemasaran untuk produk-produk seperti ini karena yang saya perhatikan setiap kali ada pelatihan yang diadakan pemerintah pesertanya itu-itu saja,” ujarnya.

Source http://www.medanbisnisdaily.com http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2016/06/26/242460/rajut-rupiah-dari-langgam-souvenir/
Comments
Loading...