Kerajinan Layang-layang Di Cilacap

0 260

Kerajinan Layang-layang Di Cilacap

Suprianto pengrajin layang-layang dari Cilacap, Jawa Tengah. Menurutnya, sekitar tahun 1994-2006, itulah puncak kejayaan para pebisnis layang-layang di Tanah Air. Setelah itu, datang produk dari China yang merusak harga.

“Satu layangan dulu bisa terjual Rp50 ribu. Tapi, begitu layangan China masuk ke pasar dunia, satu layangan hanya laku Rp5 ribu. Ini keterlaluan,” kata pria yang 25 tahun hidup dari layang-layang ini.

Suprianto juga mengeluhkan, pemerintah Indonesia kurang perhatian dalam memfasilitasi para pebisnis layang-layang lokal. Berbeda dengan di China, para pengrajin layang-layang yang sudah home industry difasilitasi penuh. Menurut dia, upaya memulihkan pasar dilakoni sendiri para pengrajin dengan terus konsisten menjaga kualitas produk. Sehingga, lambat laun, banyak konsumen kembali ke layang-layang Indonesia.

Cara bisnis layang-layang ini menurut Suprianto dimulai dari hobi. Setelah menekuni hobi kemudian mendapat prestasi dari barbagai lomba. Suprianto mengaku, setiap event layang-layang tingkat Internasional dia selalu membawa dagangan layang-layang. “Kalau di Malaysia, kami dapat pesanan,” katanya.

Source http://www.suarasurabaya.net http://www.suarasurabaya.net/print_news/Kelana%20Kota/2015/158959-Bisnis-Layang-Layang-Pun-Diremukkan-China
Comments
Loading...