Kerajinan Layang-layang Di Gianyar

Jpeg
0 246

Kerajinan Layang – Layang Di Gianyar

Berbagai bentuk dan ukuran layang-layang yang menarik dipajang di dinding serta langit-langit art shop milik Kadek Rai Nama Rupa Arta di Banjar Panida, Desa Batuan Kecamatan Sukawati. Selain untuk diterbangkan, layang-layang dengan berbagai varian tersebut banyak diminati untuk pajangan. Kadek Rai sudah cukup lama bergelut di kerajinan ini. Dia pernah menikmati masa jaya di era.

Jenis layang-layang yang dibuat Kadek Rai sangatlah beragam, mulai dari bentuk kupu-kupu, ayam, naga, merpati, kelelawar, monyet, bahkan perahu. Ukuran dari kecil, hingga lebar lima meter. Salah satu ciri khas dari layangan kreasi buatannya adalah berbahan parasut dan memiliki ekor yang panjang namun bobotnya tetap ringan. ”Layangan kreasi ini dibentuk sedemikian rupa biar menarik khususnya pada bentuk kepala ini dibuat dari styrofoam sehingga bisa menyerupai hewan asli,” ucap Kadek Rai saat ditemui.

Terkait pewarnaan, dia sudah menggunakan cat yang aman dan tidak mudah luntur. Kain parasut yang digunakan pun kualitas nomor satu. ”Kami tidak menggunakan mesin pencetak. Jadi semua ini memang benar-benar kerajinan tangan. Bisa dilihat setiap layangan gambarnya berbeda meski dibuat menyerupai,” katanya.

Ia mengakui pembuatan layang-layang ini mengikuti langkah pencetusnya yakni almarhum Made Budiasa asal Desa Lodtunduh, Ubud. ”Dulu, saya bekerja pada almarhum dan saat itu saya banyak diberi ilmu membuat layang-layang ini hingga belajar mempromosikan,” katanya.

Harga layangan yang ia jual bervariasi. Untuk pembeli lokal dari Rp 30.000 untuk layangan ukuran kecil hingga Rp 500.000 ukuran besar seperti layangan perahu. ”Dominan layang-layang ini untuk pajangan. Tapi juga bisa diterbangkan karena sudah diukur keseimbangannya,” ujarnya.

Source http://bali-travelnews.com http://bali-travelnews.com/2017/02/08/perajin-layang-layang-di-batuan-bertahan-di-tengah-gempuran-produk-tiongkok/
Comments
Loading...