Kerajinan Layang-layang Di Solo

0 385

Kerajinan Layang-layang Di Solo

Bagi pengrajin layang-layang, anak-anak merupakan segmen potensial meraih keuntungan. Peluang inipun dimanfaatkan pengrajin dengan memproduksi layang-layang bermotif tokoh animasi yang populer di kalangan anak-anak.

Demikian halnya Ramos, pengrajin layang-layang ini menghias hasil karyanya dengan tema animasi. Tokoh-tokoh populer seperti Spiderman, Spongebob, Little Krisna, Naruto, Doraemon bahkan Upin dan Ipin pun turut nangkring di layang-layang kreasinya.

“Segmen pasar khusus anak-anak sehingga motifnya karakter yang disukai anak. Mayoritas konsumen anak usia TK dan SD,” ungkap Ramos.

Rata-rata penjualan bisa mencapai sepuluh layang-layang perhari. Sebaliknya ketika musim hujan pasar sepi, rata-rata penjualan perhari hanya tiga buah. Diakuinya, penjualan tahun ini mengalami penurunan lantaran banyak petani gagal panen akibat serangan hama wereng.

“Biasanya setelah panen petani main layang-layang, tapi karena gagal panen penjualan pun kena dampaknya. Ini karena mayoritas konsumen petani,” terang pria yang kesehariannya menjajakan layang-layang di kawasan bundaran Baron ini. Ia pun mengeluhkan kenaikan harga bahan baku, khususnya kain parasut yang digunakannya membuat layang-layang hias. Saat ini harga permeter kain parasut mencapai Rp 7500, sedangkan sebelum kenaikan harga hanya Rp 6000.

Perihal harga layang-layang, kata Ramos, berkisar antara Rp 20 ribu-Rp 90 ribu. Kendati demikian, harga cenderung fluktuatif bergantung musim. Sedangkan untuk pemesanan harga bergantung tingkat kesulitan.

Source http://www.timlo.net http://www.timlo.net/baca/4292/upin-dan-ipin-pun-nangkring-di-layang-layang/
Comments
Loading...