Kerajinan Layang-layang Di Sumedang

0 305

Kerajinan Layang-layang Di Sumedang

Festival layang-layang yang baru saja berlangsung di Pangandaran cukup berpengaruh bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Pada pameran UKM “Cooperative Fair 2009” di Lapangan SOR Saparua Bandung, stan dari Sumedang yang menampilkan kerajinan layang-layang diserbu pengunjung.

“Meski kerajinan layang-layang masih dipandang sebelah mata, tapi sebetulnya merupakan hasil kerajinan yang cukup digemari. Produksi kami juga tidak hanya dipasarkan di sekitar sini, tapi juga masok hingga ke Surabaya, Yogya dan Jakarta,” kata Nandang, perajin layang-layang yang ikut berpameran.

Kerajinan layang-layang merupakan kerajinan rumahan warga Nangkod, Desa Cipacing, Kab. Sumedang. Sejak tahun 80-an, sebagian besar warga Nangkod sudah menggeluti kerajinan layang-layang. “Awalnya, kami hanya membuat layang-layang adu yang sering dipakai main anak-anak. Tapi kini, setelah sering ada festival layang-layang international yang menampilkan layangan hias, kami pun mulai membuat dan menjualnya,” jelas Nandang yang diamini rekan pengrajinnya, Mulyana.

Dikatakan Nandang, layang-layang produksi Nangkod ini memang tersebar di mana-mana, setiap bulannya mampu memasok ratusan ribu buah hasil puluhan perajin. “Alhamdulillah, usaha kami selama ini lancar-lancar saja. Karena baik masalah produksi seperti bahan baku maupun tenaga perajinannya tidak ada kendala. Begitu juga dengan masalah pemasaran, apalagi sekarang memasuki musim kemarau,” cetusnya.

Harga layang-layang adu hanya Rp 5.000 per set atau 10 buah. Sedangkan layang-layang hias agak lebih mahal, rata-rata Rp 5.000 per buah. “Rata-rata perajin mampu mengantongi keuntungan kisaran Rp 1 juta setiap bulannya,” kata Nandang, mengakui.

Source http://www.pikiran-rakyat.com http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2009/07/24/93742/layang-layang-pun-melambung-di-pameran
Comments
Loading...