Kerajinan Layang-layang Di Tulungagung

0 233

Kerajinan Layang – Layang Di Tulungagung

Salah satu pengrajinnya adalah Zainul Arifin warga dusun Karanggayam Nomer 17 RT 2 RW 01 Wajak Lor Boyolangu Tulungagung. 

Bapak empat anak ini mengaku sudah beberapa tahun menjadi perajin layang-layang. Pekerjaan pasti Zainul yang mengaku pernah mengalami gangguan jiwa (depresi) ini adalah pengrajin gula merah. Ide membuat layang – layang ini karena saat musim layangan, pekerjaan membuat gula telah selesai dan menunggu musim berikutnya.

“Saya bisa membuat layangan jenis kodokan yang sering di adu itu sehari sekitar 40-50 biji dan saya jual 500 rupiah perbiji dan jika di kulak (dijual kembali) harga dari saya perbiji,” katanya di rumah sekaligus tempat berjualan.

Zainul mengaku musim layangan seperti saat ini berkah bagi dirinya karena pembelinya datang dari semua wilayah di Tulungagung, bahkan ada yang dari Trenggalek dan Kediri. “Kadang tidak ada barang atau habis, soalnya Laris jika musim layangan. Pas musim hujan sepi tak ada pembeli,” imbuhnya.

Yang sedikit beda dari kebanyakan layangan di tempat lain, tiap layangan di tempat Zainul di tempel foto dirinya dan kadang foto ibunya. “Ibu saya pergi dari rumah tanpa pamit, dengan saya tempel fotonya siapa tahu ada yang tahu keberadaan ibu saya,” ungkapnya memelas.

Selain layangan kodokan untuk kompetisi sambitan di tempat Zainul tampak beberapa jenis layangan yang khas di Tulungagung. Layangan jenis Gapangan, Sriti, Iwak, Pesawat dan Ikan Berta tampak di tumpuk dengan jumlah ratusan. Harga yang di patok juga variasi mulai 400 rupiah hingga 15 ribu untuk layangan gapangan.

“Agak mahal karena gapangan sehari hanya bisa membuat 5 biji, harga gapangan 15.000 Rupiah,” pungkasnya.

Source http://www.tulungagungtimes.com http://www.tulungagungtimes.com/baca/155178/20170708/190913/pengrajin-layangan-di-tulungagung-raup-untung/
Comments
Loading...