Kerajinan Layangan Berlapis Emas Di Gianyar

0 207

Kerajinan Layangan Berlapis Emas Di Gianyar

Musim layangan saat ini memang sudah diberlangsung. Nyaris semua bagian langit di Gianyar dihiasi dengan layangan. Namun ada satu layangan yang menarik untuk diulas, yakni layangan jenis janggan milik ST Yowana Jaya Celuk, Desa Celuk, Sukawati.

Keunikan layangan ini tak hanya karena ukuran yang super jumbo, tapi bahannya yang membuat semuanya tercengang. Bisa dibayangkan, layangan dengan nama Manik Nata Raja ini tak hanya berbahan perak murni seberat 500 gram. Namun yang membuat layangan ini semakin wah, adalah lapisan emas 22 karat seberat 25 gram, serta ditaburi 8 ribu batu permata jenis mirah, diamond, sircon, dan jenis permata bangsing.

Wayan Suryana, kepala undagi (pembuat) Manik Nata Raja mengungkapkan, secara umum layangan ini memiliki ukuran yang sangat besar, walau pun tidak menjadi yang terbesar di Bali. Sebab panjang bentang sayap layangan ini mencapai 7,6 meter, dengan panjang ekor mencapai 150 meter. Tak hanya itu. Kainnya pun berbahan sutra.

“Meski ukurannya super besar, saya pastikan layangan ini bisa mengudara dengan baik, asalkan hembusan anginnya kencang, dan stabil. Sebab sudah beberapa kali layangan ini mengudara, ketika mengikuti beberapa lomba dan festival,” ucapnya.

Namun tak hanya ukurannya saja yang menjadi perbincangan. Namun yang menarik perhatian yakni dari leher hingga kepala, Manik Nata Raja ini dipastikan akan mengundang decak kagum. Lantaran bisa dibayangkan, dari leher hingga kepala, layangan ini terbuat dari bahan dasar perak murni seberat 500 gram, dan dilapisi dengan emas 22 karat seberat 25 gram. Tak itu saja. Kilauan pada bagian kepala juga merupakan kilatan dari 8 ribu taburan permata berbagai jenis.

“Tebal emasnya itu 5 mm yang merupakan lapisan dari tatahan (ukiran) perak yang menjadi kepala naga tersebut. Makanya dari luar memang tampak seperti terbuat dari emas murni,” sambungnya.

“Karena itu, untuk bahannya saja, khususnya untuk bagian kepala hingga leher sekitar Rp 60 juta. Itu belum termasuk ongkos buatnya. Karena kami tak hitung ongkos buat, lantaran kami membuatnya sendiri bersama sekitar 20 orang anggota pemuda sini,” paparnya.

Disinggung mengenai berat keseluruhan layangan super mewah tersebut. Suryana menyatakan tidak mengetahuinya secara pasti. Tapi dia memperkirakan, untuk berat dari leher hingga kepalanya saja mencapai 50 kg. “Sebenarnya tujuan membuat layangan dengan bahan perak, emas, dan permata ini bukanlah untuk pamer atau bagaimana. Tapi kami ingin supaya bagaimana kerajinan perak ini masuk, sebagai identitas dari Desa Celuk. Ya istilahnya promosi, kalau untuk mencari kerajinan perak, datang ke Celuk. Apalagi sebanyak 20 pemuda yang ikut membuatnya, semuanya merupakan undagi perak,” bebernya.

Disinggung kapan sebenarnya layangan ini dibuat, dan kemarin sudah tersimpan rapi di Sekretariat ST Yowana Jaya Celuk, pria kalem ini menceritakan, pembuatan jenis layangan janggan di banjarnya sebenarnya sudah dimulai sejak 2002 lalu. Tapi saat itu tidak seperti sekarang, alias layangannya masih berupa layangan janggan biasa. Kemudian pada 2014, akhirnya pemuda Banjar Celuk membuat layangan janggan yang bisa menjadi ciri khas dan identik dengan Celuk sebagai pusatnya perajin perak.

“Jadi pembuatannya itu mulai 2014, dan prosesnya berlangsung sekitar 3 bulan. Itu untuk bagian leher dan kepalanya saja. Akhirnya layangan ini bisa diterbangkan pertama kali pada 2016 lalu di Pantai Padanggalak, Sanur,” bebernya.

Kehadiran Manik Nata Raja sebagai layangan janggan dengan hiasan perak, emas dan permata, menjadikan layangan ini menjadi perhatian. Bahkan karena adanya wisatawan asing yang penggemar layangan, kemudian mengunggahnya di media sosial, membuat layangan ini semakin dikenal di dunia.

“Karena itu, besok (hari ini) rencananya layangan ini akan mekebat (digelar) di jaba pura. Sebab sesuai rencana akan ada kunjungan wisatawan dari 12 negara yang ingin melihat,” paparnya.

“Selain itu saat para pelayang internasional memeriahkan Festival Layangan Sanur pada 3-6 Agustus nanti, juga direncanakan berkunjung ke Celuk, untuk melihat ini. Katanya mereka berasal dari 18 negara Eropa, juga ada dari Asia, Australia dan Amerika Serikat,” pungkasnya.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/baliexpress/read/2017/07/31/4660/manik-nata-raja-layangan-perak-berlapis-emas-berhias-ribuan-permata
Comments
Loading...