Kerajinan Lidi Dan Akar Wangi Di Kulonprogo

0 206

Kerajinan Lidi Dan Akar Wangi Di Kulonprogo

Indonesia memiliki produk kerajinan yang paling unik yang tidak dimiliki oleh masyarakat lain di dunia. Produk-produk kerajinan tersebut selain memerlukan ketrampilan khusus untuk membuatnya,juga memerlukan bahan baku yang kadang hanya ada satu-satunya di daerah tersebut. Dwi Santoso pemilik usaha produk kerajinan dari tenun mendong, lidi, akar wangi dan bambu “Kindo” ini mengetahui potensi serta peluang bisnis kerajinan yang cukup besar di luar negeri.

Banyaknya pesanan produk-produk kerajinan seperti tenun mendong, lidi, dan akar wangi ke berbagai negara seperti Jepang dan Korea menandakan produk-produk kerajinan ini disukai oleh masyarakat di sana. Beberapa tahun yang lalu, melalui sebuah perusahaan eksportir produk kerajinan, ia mensuplay pengiriman 10.000 meter tenun mendong, serta 1000 pcs alas makan ke Korea Selatan. Sejak saat itu ‘Kindo’ dikenal sebagai perusahaan suplier aneka produk kerajinan dari bahan tenun mendong, lidi, akar wangi, dan bambu.

Perjalanan Dwi Santoso sebagai pengusaha produk kerajinan berawal dari pengalamannya sebagai penjaga toko yang menjual produk kerajinan milik seorang teman di Bantul, Yogyakarta. Saat itu ia bekerja sebagai penjaga toko yang menjual aneka produk kerajinan berupa tas dari bahan mendong, taplak meja, lidi-lidi unik, serta berbagai kerajinan dari bambu. Suatu hari datang seorang wisatawan yang ingin membeli aneka produk kerajinan ke toko tersebut dalam jumlah banyak. Jumlah yang disebutkan untuk pesanan tersebut terbilang cukup besar, karena mencapai ribuan jumlahnya.

Namun keinginan tersebut tidak dapat dikabulkan karena produk yang tersedia hanya beberapa saja jumlahnya. Saat itu, wisatawan tersebut menawarkan untuk dibantu memproduksi aneka barang kerajinan antara lain, kerajinan tenun mendong dan lidi, dan meminta Dwi Santoso yang membantunya. Bukan main senangnya hati Dwi, tetapi ia kembali bingung bagaimana ia harus merealisasikan pesanan yang diperolehnya? Mengerahkan Tetangga Sebagai pengrajin sekaligus penjual produk-produk kerajinan, Dwi memahami kekuatan yang dimilikinya, termasuk potensi masyarakat yang ada di kampungnya, di Dukuh Janti, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta.

Masyarakat di sana, menurut Dwi, memang sehari-hari sebagian adalah pengrajin aneka kerajinan dari bahan mendong dan sapu lidi, tetapi selama ini jumlahnya relatif masih sedikit, dan pemasarannyapun hanya terbatas di kawasan Yogyakarta. Produk-produk kerajinan yang dihasilkan juga belum dinilai sebagai produk yang memiliki nilai ekonomis tinggai, hanya sebagai produk yang dihasilkan yang dibuat untuk memanfaatkan waktu luang. Untuk memulai mengerjakanorder pesanan tersebut, Dwi awalnya mengalami cukup banyak kesulitan.

Akhirnya, pesanan kerajinan dapat diselesaikan dengan baik, sehingga produk dapat diserahkan kepada pelanggan dengan baik pula. Pesanan kemudian, kian terus berdatangan, dengan jumlah semakin banyak. Untuk mendapatkan modal usaha, setelah pinjaman yang pertama lunas, Dwi mengajukan pinjaman lagi ke Bank BRI sebesar Rp20juta. Dwi cukup bangga usahanya yang digeluti mampu memberikan peluang kerja bagi masyarakat di desanya, serta meningkatkan nilai ekonomis kerajinan dari mendong dan sapu lidi.

Source http://info-usaha.wirausahanews.com http://info-usaha.wirausahanews.com/20121009/553-dwi-santoso-di-balik-bisnis-lidi-dan-akar-wangi.html
Comments
Loading...