Kerajinan Lilin Batik Di Tasikmalaya

0 143

Kerajinan Lilin Batik Di Tasikmalaya

Tidak salah memang, pendapat yang mengatakan, imajinasi dan kreasi lebih berharga daripada sekadar ilmu pasti. Di kalangan pebisnis, tentu tahu betul makna imajinasi dan kreasi.

Tanpa keduanya, para pelaku usaha akan kesulitan menemukan ide bisnis maupun pengembangan produk mereka yang sudah eksis.

Salah satu bentuk kreasi yang kini mulai tren adalah kerajinan lilin hias bermotif batik. Dengan memadukan lilin dengan batik yang merupakan budaya khas Indonesia, produk ini jadi punya nilai tambah atau value added yang berlipat ganda.

Cevi Agis asal Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan salah satu perintis dalam usaha pembuatan lilin dengan motif batik. Pemilik Batik Candle ini memulai bisnis ini tiga tahun lalu.

Dengan membanderol lilin batik buatannya sehargaRp 17.000 hingga Rp 20.000 per kotak, ia mampu menjual sampai 200 kotak per bulan dengan margin mencapai 50%. Satu kotak dengan bahan plastik mika berisi satu buah lilin termasuk pita dan hiasan lainnya.

Menurut Cevi, permintaan terus naik seiring makin dikenalnya lilin batik di mata masyarakat. Dua tahun lalu, permintaan yang masuk baru sekitar 30–70 kotak sebulan.

Lonjakan permintaan tersebut juga lantaran Cevi menambah motif pada lilin batik bikinannya. Misalnya, karakter animasi dan huruf. Alhasil, produknya pun disukai kalangan anak muda sampai orang dewasa. “Segmen anak muda biasanya menyukai animasi, sedangkan orang dewasa gemar motif huruf untuk kepentingan pernikahan,” bebernya.

Peluang bisnis lilin motif ini juga dijajal Nico Sugema yang mengusung bendera usaha Candle Bright dari Semarang, Jawa Tengah. Memulai bisnis lilin sejak 2011 silam, Nico baru fokus pada lilin bermotif batik dua tahun belakangan.

Menjual produknya dengan harga Rp 30.000–Rp 50.000 per kotak, Nico mampu meraup penghasilan hingga Rp 100 juta per bulan. “Apalagi kalau ada momen pameran, penjualan bisa 100 kotak sekali pameran,” ungkap pria 37 tahun ini.

Belum lagi, jika ada pelanggan yang meminta motif khusus dengan paduan lebih dari tiga warna. Lilin batik dengan motif khusus alias kustomisasi ini dijual dengan harga Rp 70.000–Rp 80.000 per kotak.

Dari penjualan lilin motif ini, Nico menikmati margin 40%–50%. Pelanggannya pun tersebar hampir di seluruh Indonesia. Akhir tahun lalu, bahkan ada pembeli asal Malaysia yang memborong 100 kotak lilin sekaligus sebagai suvenir.

Source https://peluangusaha.kontan.co.id https://peluangusaha.kontan.co.id/news/mengukir-laba-cantik-lilin-hias-bermotif-batik
Comments
Loading...