Kerajinan Lilin Di Semarang

0 315

Kerajinan Lilin Di Semarang

Randiawan Saputra sudah menunjukkan lilin, alat penerangan yang simpel itu mempunyai nilai usaha yang mengundang selera. Ia berhasil menggaet nilai penjualan sembilan digit kurun waktu tiga tahun

Berkat batang untuk batang lilin, Randiawan dapat membuahkan duit sampai miliaran rupiah. Pria muda kelahiran Semarang, Jawa Tengah berhasil meniti usaha sebagai produsen lilin. Dalam satu bulan, Randiawan melewati bendera usaha CV. Anugrah Jaya dapat jual rata-rata 6. 000 dus lilin seharga Rp 210. 000 per dus. Beberapa besar lilin Randiawan terjual di lebih kurang Pulau Jawa.

Tak hanya jual lilin untuk penerangan, Randiawan lalu menghasilkan lilin untuk keperluan peribadatan serta lilin dekoratif. “Kami juga lakukan inovasi dengan menghasilkan lilin anti nyamuk serta lilin aromaterapi, ” tutur dia.

Tak hanya dari penjualan lilin, Randiawan juga memperoleh pendapatan dari jual mesin pencetak lilin kreasinya. Dalam satu bulan dia dapat jual lebih kurang delapan unit mesin dengan harga Rp 8, 5 juta per unit.

Siapa sangka, pendapatan Randiawan yg terbilang ciamik itu didapat kurun waktu yg tidak lama. “Saya mengawali usaha pembuatan lilin lebih kurang th. 2010, modal awalannya lebih kurang Rp 20 juta, ” tutur suami dari Awal Wahyusari ini.

Mesin pencetak itu dirakit sesudah pelajari mesin pencetak lilin yg ada di pasar. “Harga mesin pencetak lilin yg ada waktu itu lebih kurang Rp 30 juta sampai Rp 40 juta per unit, cukup mahal untuk saya. Jadi saya coba merakit mesin sendiri, ” papar dia.

Randiawan lalu mulai menghasilkan lilin dibantu sepuluh orang karyawan. “Pemasaran awalannya cuma di pelanggan-pelanggan pada mulanya. Omzetnya baru lebih kurang Rp 10 juta sampai Rp 20 juta per bln., ” tutur Randiawan, yg selanjutnya diakui sang bapak untuk mengelola Anugrah Jaya.

Bersamaan saat, lilin buatan Randiawan yg dilabeli Dua Beruang ini mulai di kenal di lokasi Jawa Barat. Sampai selanjutnya, Randiawan mempunyai banyak distributor di enam kota di Jawa dengan jangkauan pemasaran di semua Indonesia. “Anugrah Jaya yg semula sbg perusahaan distributor bermacam product, selanjutnya konsentrasi pada produksi lilin, ” tuturnya.

Jumlah karyawan lalu jadi tambah sampai jadi 30 orang. Lantaran jumlah produksi serta keinginan meningkat, Randiawan lalu menambah armada untuk meringankan penyaluran barang. Sampai sekarang ini Randiawan telah mempunyai lima mobil boks.

Perjalanan usaha Randiawan nyatanya tak terlepas dari masalah penipuan. “Awalnya, satu–dua pengiriman pembayaran lancar. Tetapi pada pengiriman ketiga, sesudah barang di kirim ke gudang, barang serta pembelinya menghilang tiada pembayaran, ” kata Randiawan, yg mengaku telah ditipu konsumen sampai tiga kali, dengan nilai beberapa ratus juta rupiah.

Source https://umkmjogja.com https://umkmjogja.com/dari-bisnis-lilin-randi-raup-omzet-miliaran-rupiah.html
Comments
Loading...