Kerajinan Lilin Di Semarang

0 409

Kerajinan Lilin Di Semarang

CV Anugrah Jaya di Jalan Bringin Ngaliyan, Bringin, Ngaliyan, Semarang membawa keberuntungan bagi Randiawan Saputra. Lewat perusahaan yang didirikannya, Randi mengembangkan bisnis alat penerangan sederhana dari bahan lilin. Bisnisnya ini sudah merambah pasar luar negeri dengan omset hingga miliaran rupiah dalam waktu tiga tahun. Bahkan kabarnya bisnis Randi mampu membukukanRp1,26 miliar per bulan. Ini belum termasuk bisnis mesin pencetak lilin kreasinya yang dalam sebulan bisa terjual hingga 7-10 unit dengan hargabelasan juta rupiah per unit.

Sukses yang diraih pria ini bukan terjadi seketika. Ia pun pernah jatuh bangun membesut bisnis sebelumnya, yaitu penyelenggara acara atau event organizer (EO) yang dirintis sang ayah. Ayahnya dulu dikenal sebagai pembuat acara entertainment menarik bersama pencipta lagu anak-anak Papa T Bob dan berbagai peragaan busana atau kontes kecantikan. Namun bisnis EO tersebut limbung hingga keluarganya terpaksa harus pindah dari Jakarta ke Bandung pada 2009.

Maka di tahun 2010 perusahaannya mulai mencoba menjadi produsen lilin. Diakui Randi, bisnis ini diawali oleh ayahnya, tetapi ketika bisnis berubah haluan dari distribusi menjadi produsen, Randi lebih banyak berperan. “Ketertarikan saya pada desain dan banyak belajar bisnis ini, plus didukung pemasarannya lewat Internet membuat bisnis ini berkembang lebih luas,” katanya dengan nada bersyukur.

Selain melakukan pemasaran lewat blog, website dan chatting, ia juga tidak terpaku pada pembuatan lilin biasa (lilin untuk mati lampu) saja. Sebagai orang yang dekat dengan dunia kreatif dan desain, ia mengembangkan produk lilin dengan berbagai desain dan kebutuhan seperti lilin untuk peribadatan, hiasan (interior) dan seni.

Randi pun kemudian membuat lilin antinyamuk bermerek Dua Beruang dan ternyata responsnya sangat bagus. Bahkan kini, lilin antinyamuknya bisa dibilang merupakan terobosan, belum ada yang membuat dengan berbagai wewangian seperti sefronela dan lavender. Ia pun membuat lilin pengharum ruangan dan aromaterapi dengan harga terjangkau.

Untuk distribusi, ia memang lebih banyak ke pasar tradisional, belum ke jalur modern. “Tapi saya kan jualannya lewat Internet, bukan saja melalui distributor. Saya juga menjual lilin yang didesain berdasarkan permintaan konsumen atau customize,” ujarnya. Sekarang distribusi produknya mencakup seluruh Indonesia. Bahkan penjualan lewat Internet sudah mencapai luar negeri.

Waktu awal bisnisnya dirintis dengan 10 karyawan, produknya hanya memenuhi pasar Bandung dan daerah Jawa Barat. Setelah 2011, baru merambah pasar hingga keluar Ja-Bar. Sekarang sudah berjalan dengan dua shift produksi didukung 11 mesin, dengan kapasitas produksi 2-3 ribu karton lilin biasa. Perusahaannya pun sudah berhasil memenuhi permintaan pasar nasional dengan harga Rp 5-10 ribu per pak. Per karton isinya ada sekitar 40 pak. Ini belum termasuk produk yang dibuat customize seperti suvenir, fungsi peribadatan dan seni.

Source Kerajinan Lilin Di Semarang swa
Comments
Loading...