Kerajinan Lilin Minyak Kelapa Sawit Di Jakarta

0 204

Kerajinan Lilin Minyak Kelapa Sawit Di Jakarta

Tidak gampang mendirikan UKM sendiri. Itulah yang dirasakan wanita 64 tahun ini. Namun, berkat pintar- pintaran membidik pasar usahanya kini berbuah manis. Bahkan mampu mendirikan perusahaan sendiri yang bernama PT. Biolina Trio Sintesa. Dia lah Lani Darmadi sosok dibalik bisnis lilin hias aneka bentuk. Beda dengan lilin biasanya, produk Lani dibuat dari bahan ramah lingkungan. Terlebih lagi mampu memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yakni minyak sawit.

Lilin buatan Lina memang terbuat dari bahan minyak kelapa sawit atau CPO. Ide awal bisnisnya berasal dari sang suami yang merupakan pengusaha dibidang kelapa sawit. Suaminya memiliki kebun sawit sendiri dan latar belakang pendidikannya yang mendukung. Sejak dulu dirinya memang sudah tau bahwa stearin acid yang merupakan bahan mentah sawit bisa dijadikan lilin. Untung memiliki pengetahun dibidang kimia tersebut dimulailah Lani mencoba- coba.
Menciptakan sebuah produk bernama Biolin. Pola pikir kenapa kita membuat lilin dari minyak bumi yakni parafin. Jika ada sumber daya lain yang bisa memiliki sifat sama. Inilah awalnya ide minyak kelapa sawit jadi produk lilin dimulai.
Hasil olahan lilin dari minyak sawit ternyata memiliki keunggulan loh. Jika dibakar lilin produksi Biolin tidak menghasilkan asap dan jelaga. Perlu kamu tau kalau lilin kelapa sawit setelah habis akan habis menguap tidak berbekas. Soal bentuk lilin CPO juga bisa dibentuk aneka rupa seperti halnya lilin biasa. Lani sendiri aktif memproduksi aneka lilin beraneka bentuk; ada bunga, binatang, buah dan bentuk manusia. Adapula yang dibuat berdasarkan tema tertentu.
Modelnya mengikuti hari- hari besar atau perayaan tertentu. Ada lilin bertema hallowen, tahun baru, lebaran, tahun baru china dan lain- lain. Tak terhitung berapa jenis lilin sudah dibuat usahanya. Mendukung konsep go green menjadikan lilin miliknya menjadi pilihan masa depan. Tak cuma untuk penerangan tapi juga untuk lilin hias ataupun lilin aroma terapi. Dalam perjalanannya bisnis milik Lani tergolong cukup mulus. Berapa modal usaha lilinya?
Memulai berbisnis sejak 1999, usahanya bermodal Rp.100 juta, memang cukup besar tapi tekatnya sudah bulat. Halangan paling nyata dari bisnisnya adalah belum terdidiknya masyarakat. Mereka masyarakat sebagian besar masih melihat lilin sebagai cuma penerang ketika lampu mati. Tidak begitu menjual jika dirinya memilih pasar dalam negeri, maka, Lani pun menarget pasar luar negeri ketika baru saja memulai. Yakni ia aktif mengekspor ke Jerman, Swiss, Jepang dan Korea.
Source https://biografi-tokohpengusaha.blogspot.com https://biografi-tokohpengusaha.blogspot.com/2015/11/untung-berjualan-lilin-minyak-kelapa.html
Comments
Loading...