Kerajinan Limbah Biji Di Malang

0 115

Kerajinan Limbah Biji Di Malang

Dari luar rumah Eni -panggilan akrab Eni Dwi Susanti- terlihat sepi. Tak ada tanda-tanda aktivitas penghuninya. Namun, melihat berbagai macam hasil kerajinan tangan yang terpajang rapi di lemari kaca, bisa ditebak bahwa penghuninya adalah perajin. ”Silakan masuk,” ungkap Eni yang mendadak muncul dari dalam.

Setapak melangkah ke ruang tamu, mata langsung disuguhi seabrek hasil kerajinan tangan. Di antaranya, bros, tempelan kulkas, gantungan handphone, dan gantungan baju. Kerajinan itu dibuat dibantu adiknya, Lucky.

Bros, misalnya, dibuat Eni dari bahan limbah dan biji-bijian. Di antaranya, biji melon, biji bunga matahari, dan kelobot (kulit jagung). Melihat hasil yang ada, pembuatannya tentu membutuhkan keterampilan dan ketelatenan. Setelah melalui proses, bahan-bahan itu dirangkai hingga menjadi bros. ”Biji-bijian itu dilem. Begitu juga kelobotnya,” ujarnya.

Agar terhindar dari tumbuhnya jamur, kelobot yang sudah dilumuri pewarna tekstil diberi air kapur barus. Kelobot itu kemudian dipotong kecil-kecil dengan bentuk bulat. ”Kami pilih kelobot yang bagus. Yaitu, kelobot ba­gian luar. Itu kan kaku,” katanya sembari menunjukkan bahan yang dimaksud.

Perempuan kelahiran 24 Januari 1981 tersebut mencari kelobot-kelobot itu bersama adik tercintanya di sawah. Mereka juga sering mencari kelobot di sekitar petani yang sedang panen jagung. ”Kelobotnya kan dibuang. Saya pernah mencari di Pungging,” katanya.

Kalau biji-bijian, lulusan psikologi Unmuh tersebut memesan kepada penjual es jus. Setelah biji-biji itu terkumpul, dia akan mengambilnya. Namun, dia merasa kesulitan mencari biji buah-buahan yang munculnya musiman. ”Selain biji melon, ada biji srikaya, sirsak, petai kering, dan sogok telek. Biji sogok telek paling sulit dicari. Itu hanya ada di Malang,” sebutnya.

Tak hanya limbah dan biji-bijian, tumbuhan yang menarik dan dirasa bisa disulap menjadi kerajinan akan diburunya. Untuk itu, dia bersama adiknya pernah nyebur ke rawa-rawa di Surodinawan. ”Saya di sana mencari ini,” ungkapnya seraya menunjukkan suatu jenis rumput.

Bahkan, bunga cemara tak luput dari perburuannya. Dia mencarinya di sepanjang jalan menuju Trawas. Bunga tersebut biasanya dimanfaatkan untuk membuat hiasan kotak hantaran. ”Saya juga membuat kotak hantaran. Kotak-kotak itu dihias,” katanya.

Source http://harian.analisadaily.com http://harian.analisadaily.com/lain-lain/news/berkreasi-eni-mengumpulkan-biji-bijian-dari-pedagang-jus/10268/2014/03/02
Comments
Loading...