Kerajinan Limbah Bungkus Permen Di Yogyakarta

0 326

Kerajinan Limbah Bungkus Permen Di Yogyakarta

Selama ini bekas bungkus kemasan makanan berbahan plastik atau plastik kresek sering dibuang begitu saja. Benda-benda itupun akhirnya hanya menjadi sampah yang semakin lama semakin menumpuk.

Di tangan-tangan terampil, barang yang sering menjadi sampah tersebut bisa berubah menjadi benda kerajinan yang unik dan menarik. Bahkan, nilai ekonominya lumayan dan tidak jarang menjadi buruan banyak orang.

Hal itulah yang dilakukan Komunitas Jejaring Pengolah Sampah (Jari Polah) Kota Yogyakarta. Di tangan mereka, sampah-sampah plastik, semisal kresek, sedotan, bungkus permen atau bungkus kemasan makanan dari bahan plastik lainnya, disulap menjadi benda yang punya nilai manfaat.

Dengan sedikit sentuhan keterampilan tangan, sampah plastik itu diubah menjadi pot bunga, pita, bros, dompet, hingga tas jinjing. Benda-benda tersebut akhirnya memiliki nilai jual sekaligus bisa menddatangkan penghasilan tambahan bagi si pembuatnya.

Sri Martini, misalnya, yang sudah bergabung dalam komunitas Jari Polah sejak 2009. Ia mengaku menikmati kegiatan tersebut. Menurutnya, keterampilan yang didapatnya setelah bergabung dalam komunitas yang dibentuk dan dibina oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta itu mendatangkan banyak manfaat.

“Yang pertama jelas bisa mengurangi sampah, terutama sampah plastik yang selama ini menumpuk. Manfaat kedua, kami bisa memanfaatkan sampah itu menjadi barang yang lebih berguna dan punya nilai jual,” jelasnya.

Awalnya dirinya memang tidak memiliki keterampilan untuk membuat benda-benda kerajinan dari sampah plastik itu. Namun, setelah bergabung dengan Jari Polah, ia mendapatkan pelatihan yang hingga saat ini ditekuninya.

Ibu tiga putra itu kini bisa menyulap berbagai barang kerajinan unik dari sampah plastik yang selama ini diabaikan oleh masyarakat. Setelah diolah menjadi bentuk-bentuk tertentu, disebutnya hasilnya cukup lumayan, lantaran nilai jual sampah plastik itu otomatis melonjak setelah berubah bentuk.

“Misalnya bungkus-bungkus permen atau makanan, kalau dijual kan paling harganya enggak seberapa, tapi setelah dijadikan tas harganya bisa jadi Rp90 ribu, ada juga dompet yang dihargai Rp15 ribu, tergantung ukuran dan bentuknya,” papar wanita 40 tahun itu.

Warga Suryatmajan, Yogyakarta tersebut menambahkan, barang-barang hasil kreativitas anggota komunitas Jari Polah tak hanya dipasarkan di wilayah DIY. Tak jarang permintaan juga datang dari kota-kota lain, hingga luar pulau, misalnya dari Kalimantan serta Papua.

“Karena memang tim ini berbagi tugas masing-masing , ada yang merancang ide, membuat atau mengolah sampah menjadi barang kerajinan, serta ada yang memasarkannya,” lanjut dia.

Meski demikian, keuntungan materi bukan semata-mata menjadi tujuan komunitas Jari Polah. Salah satu tujuan yang penting bagi komunitas itu adalah mengajak warga masyarakat, khususnya Kota Yogyakarta untuk memanfaatkan sampah, terutama plastik, sehingga volumenya berkurang.

“Kami juga sering ikut dalam kegiatan pameran atau car free day seperti ini dan setiap kegiatan kami membuka pelatihan gratis bagi pengunjung. Tujuannya agar mereka tertarik dan sama-sama ikut berperan serta mengurangi sampah dan tentunya sambil meningkatkan kreativitas,” ujar Sri Martini.

Source http://www.tribunnews.com http://www.tribunnews.com/lifestyle/2014/09/23/menyulap-bekas-bungkus-permen-jadi-dompet
Comments
Loading...