Kerajinan Limbah Dapur Karya Siswa SD Di Surabaya

0 133

Kerajinan Limbah Dapur Karya Siswa SD Di Surabaya

Sampah yang sudah tak layak pakai, terlebih limbah bumbu dapur sering kali diremehkan. Namun dengan sedikit ketrampilan, maka bumbu dapur yang biasa dijual di pasar tradisional dapat diubah menjadi sebuah karya yang menarik. Seperti yang dilakukan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanah Kedinding Surabaya, yakni mengolah limbah dapur tersebut dapat menjadi sebuah kerajinan berupa bros dan bunga.

“Saya mula-mula mendapatkan ide pengelolahan limbah bawang putih itu dalam suatu workshop “Tunas Hijau”, dan langsung terpikirkan untuk mengumpulkan limbah bawang putih yang berserakan di Pasar Tradisional Pabean,” ungkap Pancaningtias Asmara Dewi, seorang guru pendamping siswa SDN Tanah Kedinding Surabaya.

Secara kasat mata, pandangan ke arah kerajinan bunga akan tak nampak berbeda dengan bunga sungguhan. Dengan sedikit pencampuran warna, kerajinan satu ini  menjadi apik untuk dijadikan sebuah pajangan atau aksesoris bros demi mempercantik penampilan. Rupanya bunga kering nan elok tersebut terbuat dari bonggol atau batang bawang putih tak terpakai, yang biasa ditempatkan bersama sampah-sampah dapur lainnya.

Dewi berdalih, karena banyak limbah bonggol bawang putih. Dirinya bersama murid lain berinisiatif mengolah sampah tersebut menjadi suatu kerajinan dan karya yang memiliki nilai dan harga. “Selain membuat kerajinan batang bawang putih menjadi bunga kering yang menawan, karya ini juga sebagai media pembelajaran kepada siswa-siswi SDN Tanah Kedinding agar selalu menciptakan karya-karya dan inovasi-inovasi terbaru,” ujarnya.

Zahra Devina Arsinta Wardana, siswa kelas 5 yang merupakan murid Dewi mengungkapkan, dalam pembuatan karya tersebut bukanlah hal yang sukar. “Hanya saja dibutuhkan ketelitian saat memotong bonggol bawang putih. Karena, bonggol tersebut gampang patah,” ujar Zahra.

Zahra yang saat itu didampingi Dewi menjelaskan, untuk langkah-langkah pembuatan bros maupun bunga dari bonggol bawang, pertama dipilah dulu, kemudian batang dikeringkan. Kemudian batang diiris kecil-kecil dengan metode miring, ini agar menghasilkan bentuk menyerupai bunga.

Untuk menambah kesan menarik, ditengah bunga yang mekar ini ditambahkan dengan menempelkan bumbu merica. Bunga-bunga tersebut kemudian dijual dalam bentuk eceran. “Harga yang dipatok juga ramah di kantong, hanya tiga ribu per tangkai, sedangkan agar bunga tetap awet, disarankan agar bunga tidak terkena air,” tutup Dewi

Source https://www.sureplus.id https://www.sureplus.id/2018/12/17/siswa-sd-sulap-limbah-dapur-menjadi-kerajinan-tangan-luar-biasa/
Comments
Loading...