Kerajinan Limbah Di Bangetayu Kulon

0 145

Kerajinan Limbah Di Bangetayu Kulon

Bagi sebagian orang, tutup botol air mineral dan kain perca adalah sampah belaka. Namun, di tangan Iin Indarti, benda-benda tersebut bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan yang cantik dan bernilai ekonomi tinggi. Ya, warga Jalan Bugen Paloman Raya No 4 RT 06 RW 03 Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Semarang, Jawa Tengah, ini mengubah limbah rumahan menjadi pundi-pundi rupiah.

Sebelum mengolah limbah menjadi aneka kerajinan, perempuan berusia 46 tahun ini sempat menjadi pengrajin aksesori dari manik-manik di Kaligawe pada 2006 silam. Sayang, usaha tersebut nggak dilanjutkannya lantaran dia harus pindah ke rumahnya yang sekarang.

Namun, kebosanan mendera Iin. Dia pun kemudian  mencoba mengisi waktunya dengan belajar membuat kreasi sulam pita pada seorang guru. Sekitar 2013, Iin memulai usaha dengan memasarkan kerajinan sulam pita buatannya sendiri melalui Facebook.

Produk sulam pita yang dipasarkannya ini meliputi tas rajut, dompet, liontin, dan kerudung. Selain produk sulam pita, Iin juga memanfaatkan kain perca dan jarum pentul untuk dijadikan jepit rambut, bros, dan hiasan bunga. Para pembelinya kebanyakan datang dari teman-temannya. Ada juga yang dari luar kota, misalnya dari Magelang, Jawa Tengah.

Produk buatan Iin cukup diminati masyarakat lantaran harganya yang cukup terjangkau. Liontin sulam pita dihargai sekitar Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu. Sementara untuk bros, Iin membanderol dengan harga antara Rp 10 ribu hingga Rp 35 ribu. Barang paling mahal adalah tas rajut yang mencapai ratusan ribu rupiah lantaran prosesnya yang rumit dan lama.

Iin mengungkapkan bahwa bisnis yang digelutinya itu cukup menggiurkan. Dalam sebulan, dia mengaku bisa memperoleh penghasilan hingga Rp 3 juta. Sebagai usaha sampingan, jumlah itu tentu cukup menarik ya, Millens?

Namun, bukan berarti Iin nggak mengalami hambatan dalam menjalankan usaha tersebut. Kendala terbesar dalam usaha yang dijalaninya adalah untuk merekrut karyawan baru. Saat ini, dia memang telah memiliki dua penjahit, tapi seiring bertambahnya produksi, Iin mengaku kewalahan. Sementara, dia menuturkan, nggak mudah menambah karyawan baru dengan skill sesuai keinginannya.

Iin pun menyikapinya dengan mempekerjakan para pengrajin lepas yang dia bayar per item yang dibuat.

“Kalau ada yang mau, saya kasih pekerjaan (menyulam) dan langsung saya bayar supaya merasa lebih bertanggung jawab,” ungkap perempuan energetik tersebut kepada Inibaru.id belum lama ini.

Untuk merekrut pekerja lepas, anggota Komunitas Sulam Pita Semarang itu memilih mempekerjakan para perempuan yang dekat dengannya atau dalam komunitas yang diikutinya.

Source https://www.inibaru.id https://www.inibaru.id/pasar-kreatif/dari-limbah-aneka-kerajinan-cantik-ini-tercipta-lp
Comments
Loading...