Kerajinan Limbah Ekor Sapi Di Ponorogo

0 99

Kerajinan Limbah Ekor Sapi Di Ponorogo

Para pembuat reog di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur memanfaatkan limbah ekor sapi yang sudah tidak berguna untuk diolah menjadi barang bernilai tinggi yaitu berupa hiasan rambut pada topeng reog. Salah seorang pengrajin reog, Jumingan, warga Desa Purbosuman, Jumat, di Ponorogo, mengatakan ide memanfaatkan limbah ekor sapi tersebut berawal dari usaha pembuatan topeng reognya kekurangan bahan baku berupa rambut palsu.

“Karena itu, kami mencoba memanfaatkan ekor sapi yang sudah tidak digunakan lagi untuk dibuat rambut palsu,” katanya saat ditemui dikediamannya. Menurut dia, limbah ekor sapi tersebut diambil rambutnya saja, kemudian dipotong-potong, dicuci dan dibersihkan serta ditata dan dijadikan hiasan rambut pada topeng reog. Hasil topeng dengan memakai rambut dari limbah sapi itu, kata dia, terbilang lumayan bagus dan terasa lebih hidup.

“Apalagi topeng tersebut dibuat dengan beraneka ragam bentuk sesuai dengan kebutuhan saat pementasan reog,” ujarnya. Di Ponorogo sendiri, kata dia, ada ratusan perajin reog yang membuat topeng reog dari banyak ragam seperti halnya topeng Kelono Sewandono, topeng Barongan dan topeng Bujang Ganong atau Ganongan. Ukuran dari topeng tersebut bermacam-macam, mulai dari ukuran besar atau yang biasa digunakan oleh pemain reog dewasa, ukuran sedang untuk pemain reog anak-anak dan ukuran kecil untuk aksesoris.

Adapun dalam pembuatan topeng tersebut, lanjut dia, tidak terlalu sulit, apalagi bahan baku pokok yang dibutuhkan hanya kayu Dadap, sementara rambut sapi untuk bahan hiasan rambut topeng. Pembuatan topeng tersebut dimulai dari memotong kayu sesuai dengan ukuran, selanjutnya kayu tersebut diukir sesuai bentuk yang diinginkan dan terakhir dihaluskan dan dicat. “Setelah itu, topeng diberi rambut dari ekor sapi tersebut dengan cara di paku,” katanya.

Meski cara tersebut sangat sederhana, namun karya yang dihasilkan dari limbah ini sangat bagus. Rambut ekor sapi cukup menarik dan seolah-solah mirip rambut sesungguhnya. Jumingan mengaku dalam seminggu bisa menyelesaikan 20 macam topeng. Harga jual topeng reog terbilang antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per unit. Bahkan karena keindahan topeng reog asal Ponorogo ini, ia mengaku topeng buatanya banyak dikirim ke luar daerah, luar pulau, bahkan ke luar negeri. “Kalau dalam negeri biasanya topeng dikirim ke Jogjakarta, Bali dan daerah lainya, sementara kalau ke luar negeri ke Belanda.

Source http://dedjoem.com http://dedjoem.com/pembuat-topeng-reog-ponorogo-manfaatkan-limbah-ekor-sapi/
Comments
Loading...