Kerajinan Limbah Kaca Di Yogyakarta

0 446

Kerajinan Limbah Kaca Di Yogyakarta

Seorang pria asal Yogyakarta, Suyanto, memanfaatkan limbah kaca untuk membuat kerajinan tangan. Dengan keterampilan yang didukung kreativitas, ia berhasil menciptakan hiasan dengan harga jual mencapai Rp1 juta per buah.

Saat pameran di Kementerian Perindustrian, Jakarta, beberapa pekan lalu, Suyanto menuturkan bahwa ia tertarik untuk mengolah limbah organik dan anorganik menjadi karya seni yang indah. Usaha ini baru dia rintis sekitar tiga tahun yang lalu.

“Saya mengolah limbah anorganik dan organik berupa furniture (bekas), limbah rumah tangga, dan toko,” ujar Suyanto.

Sebelumnya, Suyanto bekerja di perusahaan ekspor impor dan aksesori. Setelah merasa cukup memiliki pengalaman bekerja selama 17 tahun, pria ini memutuskan berwirausaha.

“Saya lebih tertarik untuk berwirausaha untuk mengembangkan bakat saya,” kata pria lulusan UPN Veteran Yogyakarta ini.

 

Dengan modal Rp15 juta untuk membeli mesin pemotong kaca, mesin ampelas, dan mesin pemotong kayu, ia membuat kerajinan hiasan mozaik dari kaca, cangkang, telur dan tempurung kelapa. Suyanto dibantu oleh dua orang karyawan.

“Saya mencoba membuat vas bunga, kaligrafi, nampan, alas gelas, dan tempat tisu. Kami membuat produk ini tidak hanya digunakan untuk pajangan, tapi juga untuk keperluan fungsional,” kata dia.

Sarjana geologi ini mengatakan bahwa tantangan yang dia hadapi dalam bisnis ini adalah bahwa kerajinan ini tak bisa diproduksi massal. Setiap produknya merupakan buatan tangan (hand made) dan membutuhkan cita rasa untuk menghasilkannya.

“Ini adalah produk ini hand made, ada feeling dalam pembuatannya. Tidak seperti produk pabrik, ini tidak bisa dipesan banyak,” kata Suyanto.

Proses pembuatannya pun cukup rumit, dimulai dengan pemotongan kaca sesuai bentuk yang diinginkan, penghalusan permukaan agar tidak terlalu tajam, dan penempelan kaca di media berbahan kayu. Tahap penempelan pecahan kaca inilah yang memakan waktu, setelah itu ada pewarnaan kaca.

Dengan begitu, dia bisa membuat hiasan dan pernak pernik cantik seperti tempat tisu dan guci. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp1 juta. Soal omzet, dia tak bersedia mengungkapkannya.

Menurut dia, kerajinannya ini tidak berorientasi ekspor meski ada peminat dari luar negeri. Suyanto lebih tertarik membuat produknya mengakar di pasar di dalam negeri, namun bisa dibeli oleh peminat dari manca negara.

Suyanto mempersilakan bagi peminat kreasinya untuk mengunjungi bengkel dan outlet-nya di Sanggar Kerajinan Kaca Surya Kencana Mozzaic yang berlokasi di Semoyan, Singosaren, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.

Apabila tidak sempat berkunjung, untuk komunikasi mengenai produk dan pemesanan dia bisa diemail melalui [email protected].

Source https://www.viva.co.id https://www.viva.co.id/berita/bisnis/446717-umkm-suyanto-dan-kerajinan-mozaik-kaca
Comments
Loading...