Kerajinan Limbah Kayu Di Badung

0 265

Kerajinan Limbah Kayu Di Badung

Limbah kayu mungkin tak terlalu menarik bagi sebagian besar orang. Namun beda halnya bagi salah satu pemuda asal Banjar Gunung, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, BadungGusti Ngurah Putu Adi Kusuma. Di tangan pemuda berusia 22 tahun tersebut, limbah kayu bisa mendatangkan rezeki yang melimpah.

Tangan Gusti Ngurah Putu Adi Kusuma tampak cekatan memilih dan memilah limbah kayu yang ada di depannya. Dengan ketelitian dan kesabaran, ia menyusun satu demi satu potongan ranting dan dahan yang memiliki bentuk unik karena terhempas laut. Dibantu sang ayah, I Gusti Widya, ibu Ni Made Dewi Astuti, adik, serta sejumlah pekerja, ia mengerjakan berbagai pesanan berbahan limbah kayu yang dipungut dari pantai.

Dituturkannya, usaha tersebut dimulai tahun 2007 silam. Saat itu ia masih duduk di bangku SMP. Ide untuk membuat kerajinan dari kayu bekas terbut kemudian disampaikan kepada sang ayah. Sang ayah pun tertarik dan mulai membuat kerajinan berupa dudukan lampu. 

Bisnis yang kini telah berkembang lintas negara tersebut, dikatakan, awalnya dirintis di daerah Tegallalang saat keluarganya memilih untuk membuat art shop. Seiring waktu, usahanya berkembang hingga dilirik pengusaha dari berbagai negara, seperti Belanda dan Perancis. Tak ketinggalan, pemerintah pun ikut melirik, khususnya Pemkab Badung.

Selain kayu limbah, digunakan pula kayu kopi dan kayu pantai yang agak besar sebagai kerangkanya. Bahan kemudian dipaku dan dirangkai pada rangka secara perlahan sehingga kuat. Sejauh ini, pihaknya sudah menghasilkan berbagai produk, seperti meja, lampu, cermin, binatang, bingkai, wall dekor atau hiasan dinding, lampu taman, dan sebagainya. Selain itu, ada pula kerajinan yang dibuat dari drum bekas, seperti kursi

Source Kerajinan Limbah Kayu Di Badung Kerajinan Limbah Kayu Di Badung
Comments
Loading...