Kerajinan Limbah Kayu Di Rutan Tanjung Redeb

0 346

Kerajinan Limbah Kayu Di Rutan Tanjung Redeb

Bagi kebanyakan orang, serbuk kayu maupun kayu bekas, tidak bisa dimanfaatkan lagi. Namun bagi warga binaan di Rutan Klas II Tanjung Redeb, limbah kayu bisa disulap menjadi berbagai kerajinan yang bernilai ekonomi. 

Membuat sesuatu dari barang bekas, bisa jadi modal narapidana atau warga binaan setelah kembali ke masyarakat nantinya. Berbagai jenis kerajinan tangan juga, yang selalu digenjot sipir-sipir di Rutan Tanjung Redeb, agar menjadi modal keterampilan bagi warga binaannya kelak, setelah meninggalkan rutan.

Membuat miniatur kapal, patung, asbak, guci, pot bunga dan sebagainya, seperti menjadi kesibukan beberapa warga binaan di Rutan Tanjung Redeb setiap harinya.

Kepala Pengamanan Rutan Klas II B Tanjung Redeb Rahcmad Tri Raharjo, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan agar warga binaan tidak merasa bosan. Sekaligus menjadi modal dan pengalaman bagi mereka ketika bebas, agar bisa berusaha untuk meningkatkan prekonomian mereka.

“Jadi mereka bisa menggunakan keterampilan yang mereka dapat saat mendekam di dalam rutan, sebagai mata pencaharian mereka nantinya ketika bebas. Terlebih lagi, ini bulan Ramadan, menambah aktivitas mereka saat berpuasa bagi napi atau tahanan yang beragama Islam,” katanya.

Lanjut Rahcmad, awalnya pihaknya mendatangkan guru pengajar kerajinan. Itu untuk memberikan arahan dan tata cara memanfaatkan barang bekas menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Sayang, hasil kerajinan warga binaan terkendala pada pemasarannya. Sebab, pihaknya tidak bekerja sama dengan pihak manapun untuk memasarkan hasil kerajinan tangan warga binaan mereka.

Salah seorang warga binaan, Anto, menjelaskan teknis pembuatan kerajinan. Serbuk kayu yang digunakannya ada dua jenis. Pertama serbuk kayu kasar untuk bahan dasarnya, serta serbuk kayu halus untuk pelapisnya.

Satu kerajinan tangan pembuatannya membutuhkan waktu yang beragam. Tergantung tingkat kesulitan dan ukurannya. Tetapi rata-rata membutuhkan waktu antara tujuh hingga sepuluh hari.

Dikatakan, program rutan ini sangat baik untuk dirinya dan rekan-rekannya. Walaupun menjadi penghuni rutan, tetapi warga binaan tetap diajarkan dan diberikan bekal untuk usaha di bidang kerajinan tangan.

Source http://berau.prokal.co http://berau.prokal.co/read/news/44076-sulap-limbah-kayu-jadi-kerajinan-bernilai-ekonomi
Comments
Loading...