Kerajinan Limbah Kayu Jati Di Konawe

0 239

Kerajinan Limbah Kayu Jati Di Konawe

Selama lebih dari 25 tahun lalu, Desa Pangan Jaya, Kabupaten Konawe Selatan dikenal sebagai pusat pembuatan mebel tectona grandis atau kayu jati asli. Selama kurun waktu itu pula, limbah kayu jati atau sisa dari pembuatan mebel tersebut dianggap tak memiliki fungsi dan akhirnya hanya dibakar.

Seiring dengan hadirnya Badan Ekonomi Kreatif yang memiliki komitmen untuk menjadikan industri kreatif berkembang dari hulu sampai hilir, kebiasaan para pengrajin membakar limbah kayu jati di Pangan Jaya sudah mulai berkurang.

Terlebih sejak selenggarakannya Program Fasilitasi Pembentukan Ekosistem Pusat Kreatif Kerajinan Limbah Kayu Konawe Selatan yang dibidani oleh Badan Ekonomi Kreatif bersama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kab. Konawe Selatan pada September 2016 hingga 10 November 2016.

Program ini dititikberatkan pada kegiatan pembinaan dan pendampingan terhadap 50 pengrajin yang mewakili dari 2 Desa di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara yakni Desa Pangan Jaya dan Desa Iwoi Mendoro.

Program fasilitasi Pembentukan Ekosistem Desa Kreatif memiliki tujuan besar, yaitu; peningkatan PDRB, peningkatan jumlah tenaga kerja terampil, serta pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Program yang berlangsung selama 3 bulan tersebut dibagi kedalam tiga tahapan; tahap pertama pada bulan September difokuskan pada edukasi pengrajin terkait potensi ekonomi dari Limbah Kayu serta merangsang para pengrajin untuk langsung berkreasi menjadikan limbah kayu jati yang ada menjadi karya seni yang fungsional.

Tahap kedua pada bulan Oktober, program ini menekankan pada para pengrajin untuk mengasah ketrampilannya dalam mendesain / menggambar, kemudian pengenalan dan praktik teknik menggambar, memahat, serta memotong ragam produk kerajinan dari limbah kayu jati yang ada.

Tahap ketiga pada bulan November ini, bertempat di Wonua Monapa Resort, Bapak Sukirno selaku mentor mengajarkan tentang pemahaman teknis finishing hasil kerajinan, memahami manajemen keuangan dan bisnis untuk menghitung harga pokok produksi, serta cara pemasaran dan promosi hasil kerajinan limbah kayu jati yang telah diselesaikannya.

Tahapan ini adalah bagian akhir dari program tersebut yang kemudian dilakukan seremonial penutupan program dengan diawali dengan pameran hasil kerajinan limbah kayu jati dari para pengrajin. Alhasil, lebih dari 100 hasil karya dengan beragam bentuk dipamerkan dan diapresiasi baik oleh sang mentor, pihak dari Bekraf, Dinas Parekraf Kabupaten Konawe Selatan maupun Pemerintah Kabupaten Konawe Selataan yang diwakili oleh Sekda Kab. Konawe Selatan, Ir. Drs. H. Sjarif Sajang, Msi.

Sekda Kab. Konawe Selatan, Ir. Drs. H. Sjarif Sajang, Msi. dalam sambutan acara penutupan Program tersebut menyampaikan bahwa, bahwa potensi kerajinan limbah kayu jati di Konawe Selatan masih sangat besar hal ini dari banyaknya limbah kayu jati yang terbuang, serta besarnya pangsa pasar yang ada. Namun demikian dikarenakan tidak adanya pembinaan dari para ahli maka selama bertahun-tahun limbah kayu jati tersebut hanya dijadikan kayu bakar atau dibakar.

Source http://www.tribunnews.com http://www.tribunnews.com/bisnis/2016/11/11/kerajinan-limbah-kayu-jati-asli-konawe-selatan-siap-dipromosikan
Comments
Loading...