Kerajinan Limbah Kayu Jati Di Perumahan Madureso Indah

0 185

Kerajinan Limbah Kayu Jati Di Perumahan Madureso Indah

Limbah tidak selamanya tidak berguna, ditangan Kristiyanto, warga Perumahan Madureso Indah Temangung limbah kayu jati Belanda sisa peti kemas ekspor diubah menjadi beragam kerajinan bernilai ekonomi tinggi.

Karya seni hasil ide kreatif dan tangannya yang terampilnya diantaranya jam dinding, pigura, kursi, meja, vas bunga, tempat lampu meja, pagar rumah, rak buku, almari mini, sandaran lukis, asbak, papan tulis, dan beragam hiasan rumah lainnya. Sebagian karya itu dapat dilihat di ‘Kayuki Craft’ sebuah galeri mungil miliknya yang sekaligus rumah produksi.

Kristiyanto berkisah usahnya bermula dari keprihatinan banyaknya limbah kayu jati Belanda yang ditemui di sebuah perusahaan importir. Kayu yang oleh masyarakat biasa disebut Jagon atau Jabel disisihkan dan dibelinya untuk diolah menjadi kerajinan. Usaha kerajinan mulai dari garasi rumah, dan kini telah menggusur rumah orang tuanya.

“Orang tua pindah rumah, dan rumah lalu untuk produksi, ” kata alumni SMK Negeri 1 Temanggung.

Dikatakan harga kerajinan beragam mulai Rp 50 ribu sampai jutaan rupiah, disesuaikan dengan besar kecilnya kerajinan dan tingkat kerumitan. Kreasi yang dinilai imajinatif, membuat konsumen seringkali memintanya mendesain interior kafe, kedai kopi, ruang kantor dan interior rumah, dengan bujet Rp 7,5 hingga Rp 30 juta.

Pemasaran hasil karya, dikemukakan, masih tetap mengandalkan media sosial, selain mulut ke mulut dari konsumen yang puas. Krasinya itu telah merambah hampir di seluruh pejuru tanah air.

Source http://krjogja.com http://krjogja.com/web/news/read/24377/Kristiyanto_Ubah_Limbah_Kayu_Jati_Jadi_Kerajinan
Comments
Loading...