Kerajinan Limbah Kayu Karya Satpol PP Di Blitar

0 215

Kerajinan Limbah Kayu Karya Satpol PP Di Blitar

Tak ada hal yang tidak mungkin bagi seseorang yang memiliki kreativitas tinggi.  Hal yang awalnya hanya dianggap sampah, jika sudah di tangan para seniman, bisa diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual. Seperti limbah kayu yang disulap oleh Rafid Ikbar, warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Pria yang sehari-hari juga bekerja sebagai Banpol Satpol PP Kota Blitar ini sukses menyulap limbah kayu menjadi kerajinan woodposter, rak, kursi, dan meja.  Bahkan saat ini, kerajinan tersebut menjadi ladang penghasilan yang menguntungkan baginya.

Sore itu, pemuda lajang berambut ikal ini sedang menyelesaikan pesanan kerajinan woodposter dari seorang pelanggan. Dia baru pulang dari kantor. Sebagai tenaga Banpol Satpol PP, Rafid diperbantukan di kantor Dinas Sosial Kota Blitar.  Di belakang rumahnya, Rafid terlihat sibuk menempelkan poster di papan kayu berbentuk persegi.  “Ini tadi baru pulang dari kantor langsung menyelesaikan pesanan woodposter,” kata Rafid.

Rafid menceritakan, dia menekuni membuat kerajinan berbahan kayu limbah ini sejak tahun 2015. Awalnya, dia iseng membuat kerajinan itu untuk kado temannya yang akan menikah. Tak disangka, kerajinan woodposter karyanya banyak diminati temannya yang lain. Beberapa temannya pesan agar dibuatkan kerajinan yang sama.

Awalnya, Rafid hanya membuat kerajinan woodposter. Ternyata beberapa pelanggan ada yang memesan rak dan meja kursi. Rafid tetap melayaninya. Biasanya meja kursi itu dipesan untuk kafe. Semua karyanya berbahan limbah kayu bekas peti kemas. Limbah kayu itu dipesan dari Surabaya.

Untuk pemasaran, Rafid memanfaatkan media sosial. Dia menawarkan produk kerajinannya lewat Facebook dan Instagram. Pesanan pun mengalir tidak hanya dari Blitar, tapi juga dari luar kota. Untuk luar kota, dia paling banyak mendapat pesanan dari wilayah Batam.

Kerajinan berbahan kayu limbah yang paling laris masih woodposter. Untuk kerajinan woodposter, dia mematok harga paling murah Rp 20.000 per biji dan paling mahal Rp 150.000 per biji. Harga itu menyesuaikan ukuran dan jenis poster yang dipesan pelanggan.  “Untuk tema woodposter yang paling laris tentang kata-kata bijak,” katanya.

Untuk kerajinan rak, harganya sedikit lebih mahal dibandingkan woodposter. Harga rak paling murah Rp 50.000 dan paling mahal Rp 300.000. Harga tak itu juga menyesuaikan ukuran dan tingkat kerumitan pembuatan. Begitu juga untuk kerajinan meja kursi, harganya juga bervariasi sesuai dengan jenisnya.

Tiap hari, rata-rata Rafid memproduksi sekitar 20 woodposter. Untuk omzet, sekarang bisa mencapai Rp 5 juta per bulan sampai Rp 8 juta per bulan. Dia masih berusaha mengembangkan bisnis kerajinannya berbahan limbah kayu itu.

Source http://koranmemo.com http://koranmemo.com/banpol-satpol-pp-sulap-limbah-kayu-jadi-kerajinan-cantik/
Comments
Loading...