Kerajinan Limbah Kertas Di Kepahiang

0 198

Kerajinan Limbah Kertas Di Kepahiang

Kertas bekas atau kertas Koran bekas, kardus bekas mempunyai nilai tambah bila diolah dengan benar dan bernilai ekonomi tinggi dapat menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan dengan pemanfaatan limbah kertas kita secara tidak langsung turut mendukung program kampanye “GO GREEN” yang saat ini sedang gencar digalakkan oleh berbagai kalangan.

Dengan membuat produk dari daur ulang kertas sehingga dapat mengurangi sampah yang dibuang ke lingkungan. Hal ini lah yang sudah digeluti oleh Amir Hendri selama ± 20 tahun terakhir. Usahanya ini dinamakan Kerajinan Limbah Kertas sekundang Kencana Rafflesia yang Beralamatkan di Desa imigrasi Permu Kepahiang. Idekreatifnya ini dimulai ketika ia bekerja di salah satu tatausaha SMP Negeri di Kepahiang, melihat kertas-kertas berserakan di sekitar kantornya, tidak hanya dikantornya saja, karena beliau memiliki warung, banyak juga kertas yang beserakan seperti kardus, dan tempat telur. Beliau mengumpulkan kertas-kertas tersebut dan mengolahnya.

Disinilah awal yang semula hanya ingin memanfaatkan limbah kertas yang terbuang tidak memiliki nilai jual, menjadi bisnis yang lumayan menghasilkan. Karya beliau dihargai mulai dari harga Rp. 25.000 sampai Rp. 600.000, tergantung dari kesulitan, ukuran dan lama pekerjaannya. Dalam sehari beliau bisa membuat 5 sampai 8 karya, namun ketika ada pesanan yang lumayan banyak beliau memanfaatkan tenaga kerja dilingkungan sekitar.

Selain mengembangkan usahanya, beliau juga mengadakan pelatihan-pelatihan kedesa-desa. Keinginan beliau agar masayarat muda yang belum memiliki pekerjaan bisa memanfaatkan kerajinan dari limbah kertas ini untuk bisa menambah pendapatan mereka. Hasil karya beliau juga tidak di pasarkan untuk daerah Bengkulu saja, namun sudah ada yang membawa sampai ke Kalimantan, Riau, Sukabumi, Jawa Timur dan lain – lain.

Beliau berharap agar kerajinan ini bisa ditiru dan dikembangkan oleh generasi-generasi muda dan mengangkat budaya lokal Provinsi Bengkulu sehingga bisa dibawa keluar daerah untuk sofenir/kenang-kenangan ataupun hanya sekedar oleh – oleh saja. Karena menurut beliau, selama ini belum ada yang bisa mengerjakan kerajinan ini dari tahap awal pengerjaan sampai tahap akhir, hanya beberapa pekerjaan yang mudah saja dilakukan.

Comments
Loading...