Kerajinan Limbah Kertas Di Palangkaraya

0 136

Kerajinan Limbah Kertas Di Palangkaraya

Seperti biasanya barang bekas, sampah kertas hanya terbuang sia-sia di tong sampah. Lain halnya dengan yang dilakukan oleh Nina, Ibu dua anak ini benar-benar memanfaatkan kertas bekas. Dari pengetahuan yang didapatnya sewaktu tinggal di Yogyakarta, ia membuat kertas bekas menjadi beraneka macam kerajinan.

“Membuat kerajinan dari kertas bekas ini diawali dari permintaan teman waktu di Yogyakarta, bantu mengerjakan tugas kuliahnya yang kebetulan memang tentang kerajinan dari kertas. Kurang lebihnya mempelajari cara membuatnya otodidak sih mbak,” imbuh Nina.

Dari kertas-kertas bekas itu, ia membuat banyak karya seperti tempat pensil, kotak tissue, gantungan kunci hingga bingkai foto. Saat disambangi Kalteng Pos di kediamannya di Jalan Cut Nyak Dien nomor 27 Palangka Raya, ia menerangkan mengenai bahan hingga cara pembuatan kerajinan dari limbah kertas ini kepada.

Diceritakannya, pembuatannya cukup sederhana. Tentu saja kertas bekas menjadi bahan utama. Selanjutnya, kertas tersebut direndam air hingga seperti bubur. Proses perendaman ini dilakukan paling lama dua hari. Saat proses perendaman agar kertas menjadi hancur dan halus, bisa diaduk dengan garpu.

Setelah tampak seperti bubur, lalu dicampur dengan lem dan diaduk. Setelah itu, campuran tersebut diletakan di kertas karton dengan alas kertas hvs dan dijemur. Agar kertas menghasilkan beraneka warna, biasanya ia mencampurkannya dengan pewarna makanan. Selanjutnya adonan yang telah kering sudah bisa diolah sesuai kreasi.

Ia melihat ada peluang bisnis dari kerajinan kertas bekas tersebut. Ia mengakui untuk sebulan ia bisa mendapat keuntungan bersih sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu. Bahkan, ia sering menerima pesanan dari orang-orang yang tertarik saat melihat karya yang dijualnya di Bundaran Kecil Palangka Raya setiap Minggu pagi.

Selain itu, ia juga mengaku sering didatangi oleh beberapa mahasiswa yang ingin belajar membuat kerajinan dari kertas bekas tersebut. Saat mengajarkan cara pembuatan ini kepada mereka yang tertarik, ia tidak pernah memasang tarif. Menurutnya, dalam membuat kerajinan ini yang paling diutamakan adalah ketelatenan dan ide kreatif.

Nina juga sempat menjadi pembicara workshop ‘daur ulang’ saat Earth Hour di Tugu Soekarno. Di sana ia mengajak para siswa untuk ikut berkreasi bersama. Ia mengaku senang bisa membagi ilmu yang dimiliki. Selain itu, ia berharap para siswa atau mahasiswa bisa ikut menjaga lingkungan dengan memanfaatkan kertas bekas tersebut.

“Iya mbak, saya tertarik lihat karya-karya Kak Nina. Cantik-cantik warna celengan (tabungan, Red) sampai kotak tissuenya. Nanti deh di rumah saya coba praktekkan,” ungkap Sri, salah satu pengunjung yang melihat workshop daur ulang.

Source https://ntt.kemenkumham.go.id https://ntt.kemenkumham.go.id/pusat-informasi/artikel/2378-kisah-sukses-mantan-napi-lapas-kalabahi
Comments
Loading...