Kerajinan Limbah Kulit Jagung Di Surabaya

0 505

Kerajinan Limbah Kulit Jagung Di Surabaya

Kulit jagung juga bisa menjadi bahan baku pengganti plastik. Mohamad Fasiol menggunakannya sebagai bahan baku dalam pembuatan gelas dan botol. Selain kualitasnya tak kalah dengan bahan plastik, gelas atau botol bekas itu bisa diserap tanah dan menjadi pupuk. Permintaan gelas plastik terus meningkat dari tahun ke tahun. Maklum, banyak produk barang-barang konsumsi yang menggunakan plastik sebagai bungkusnya.

Setiap gerai dari jenis booth hingga restoran yang menyediakan minuman soda, teh, kopi, maupun sirup, memakai gelas plastik sebagai wadah. Namun, tanpa disadari, proses pembuatan gelas dari plastik ini bisa menghasilkan limbah berbahaya. Begitu juga sampah yang dihasilkan dari gelas plastik lantaran tak bisa didaur ulang tanah.

Asal tahu saja, 10.000 gelas plastik berukuran 240 mililiter bisa membuat tumpukan sampah 2 m³-3 m³. Meski daur ulang plastik banyak dilakukan, tak semua sampah plastik itu bisa diolah kembali.

Mohamad Faisol, pemilik Mitradata Plastic Packaging, produsen plastik di Surabaya, Jawa Timur, menyadari betul dampak negatif tersebut. Karena itulah, dia mencoba bahan baku alternatif pengganti plastik, yakni kulit jagung dan biji ketela.

Menurutnya, kedua bahan tersebut sangat cocok karena memiliki serat yang cukup kuat. “Sebenarnya banyak sekali bahan yang bisa dipakai, namun yang ekonomis dan tersedia dalam jumlah banyak adalah kulit jagung,” katanya. Faisol mulai membuat gelas dari kulit jagung sejak tiga tahun silam. Namun, lanjutnya, peminat gelas dari kulit jagung masih minim. Maklum, harga gelas kulit jagung lebih mahal ketimbang gelas plastik.

Satu gelas dari kulit jagung berukuran 10 gram berharga Rp 600, sedangkan bandrol gelas plastik hanya Rp 250. “Harga gelas kulit jagung belum bisa bersaing,” katanya.

Alhasil, meski Faisol sudah mencoba memasarkan ke berbagai pihak, respon konsumen masih minim. “Saya baru memasarkan 5.000 gelas,” ujarnya. Artinya, dia hanya mendapatkan pemasukan sekitar Rp 3 juta dari gelas kulit jagung itu.

Lain halnya dengan gelas berbahan plastik. Sebagai produsen gelas plastik, dia bisa menjual sekitar satu juta gelas setiap bulan. Omzet dari penjualan gelas plastik tersebut mencapai Rp 250 juta setiap bulan. “Pembelinya 80% produsen minuman teh,” kata Faisol.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id http://peluangusaha.kontan.co.id/news/mengganti-plastik-dengan-kulit-jagung-1
Comments
Loading...