Kerajinan Limbah Pinus Lokal Di Campurejo

0 138

Kerajinan Limbah Pinus Lokal Di Campurejo

Kreativitas seni gambar atau lukisan menggunakann media kayu, baik foto wood maupun wood painting terus mengalami perkembangan. Bahkan, karya seni tersebut kini menjadi peluang usaha ekonomi kreatif baru yang cukup menjanjikan keuntungan.

Seperti yang dilakukan Danar Tri Kumara dan Hamam Eril Efandi. Dua pemuda asal Kelurahan Campurejo Kota Kediri ini memanfaatkan kemampuan kreativitas seni yang dimilikinya menjadi sebuah usaha pembuatan kerajinan seni dari limbah kayu pinus.

Woodsdtkhee, itulah nama kerajinan limbah kayu pinus yang beralamatkan di Jalan Rinjani, Kelurahan Campurejo, Kota Kediri . Dua pemuda yang bersahabat sejak duduk di bangku sekolah dasar dan mereka juga masih tetangga dekat.Usaha yang digeluti sudah hampir dua tahun akhirnya membuahkan hasil.

Menurut Eril, titik awalnya dulu kami membuat tato kayu, yang akhirnya menjadi ladang bisnis dan menciptakan karya karya seni untu dijual ke masyarakat.

“Untuk bahannya sendiri dari kayu pinus lokal, karena kami tidak memakai kayu pinus openan. Menurut kami hasilnya pinus lokal jauh lebih bagus daripada pinus openan.Banyaknya permintaan kami harus menciptakan karya yang setiap harinya baru, “kata Eril.

Masih kata Eril, dalam proses pembuatannya kita melibatkan lima sampai tujuh orang. Sedangkan ntuk perkumpulan anak muda di Kota Kediri dalam dibidang Craft masih minim, jadi kita harus menyiapkan banyak komunitas untuk menciptakan lapangan kerja,”ujarnya.

Sementara itu menurut Danar, salah satu karya kayu pinus lokal menjadi ikon dari kami untuk membuat hal besar berikutnya. Untuk nantinya akan kita gabungkan dari beberapa aspek seperti, makanan, kreatif dan juga hiburan. Agar bisnis bisa sukses harus ada yang menyokong, beberapa bulan kedepan akan kami kerjakan

“Untuk kesulitannya kami dari bahan dasar, kita masih cari sampai ke Tulungagung atau ke beberapa tempat dan harganya yang terus mengalir. Untuk keunggulannya kayu pinus lokal adalah seratnya, corak corak dari kayu pinus lokal lebih bagus kalau digabungkan dengan sebuah gambar bisa seperti sebuah tato di kayu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam sebulan kita bisa memproduksi bermacam macam karya seni, kalau dari bijian kita bisa memproduksi dari 50 sampai 100, itu belum souvenir. Untuk souvenir kita bisa memproduksi antara 300 sampai 400.

“Untuk pelanggan selain dari Kediri kita juga mengirim ke luar pulau bahkan sampai ke Malaysia, Brunei Darusalam dan Singapura. Untuk harga mulai dari Rp 135 ribu hingga Rp 600 ribu.Untuk omzet per bulan kita mencapai 10 juta,”tandas Danar.

Tak berhenti di situ saja, mereka pun terus mengembangkan kreativitasnya untuk menciptakan sebuah karya seni dari bahan kayu pinus lokal. Kali ini membuat neon box dari bahan kayu pinus dan kertas rontgen. Tampilannya bisa lebih unik dan lebih mudah saat proses pengiriman.

Source https://www.jatimtimes.com https://www.jatimtimes.com/baca/179184/20180917/201100/sulap-limbah-pinus-lokal-dua-pemuda-ini-raup-10-juta-per-bulan/
Comments
Loading...