Kerajinan Limbah Tulang Sapi Di Bandung

0 153

Kerajinan Limbah Tulang Sapi Di Bandung

Meskipun kebutuhan protein daging Indonesia banyak dipenuhi lewat impor daging beku, keberadaan sapi utuh lokal ataupun impor masih tetap mendominasi. Sapi-sapi potong tersebut selain menghasilkan daging, tentu juga menghasilkan produk sampingan seperti jeroan, kulit, tanduk dan tulang.

Sejauh ini, sudah banyak produk olahan selain pangan yang bisa dihasilkan oleh bahan-bahan sampingan tersebut. Untuk jeroan, banyak olahan pangan khas nusantara yang menggunakan bagian dalam tubuh ternak, terutama sapi.

Sedangkan kulit, sejak dulu kala, kulit dikenal sebagai bahan yang baik untuk membuat aneka produk jadi seperti jaket, sepatu, ikat pinggang, dompet, tas, pelapis kursi dan kebutuahn lainnya. Lalu bagaimana dengan tulang? Sejauh ini, layaknya jeroan, tulang lebih banyak dimanfaatkan untuk olahan pangan seperti sop kaki, bakso dan lainnya.

Itupun sebagian besar hanya digunakan sebagai bahan pembuat kaldu atau sekedar diambil bagian sum-sum tulangnya. Bagian tulang yang keras, kebanyakan hanya dibuang begitu saja menjadi limbah atau diberikan kepada hewan peliharaan.

Padahal dengan sebonggol tekad dan sejumput kreatifitas, tulang sapi yang keras bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai tambah tinggi. Jika tanduk selama ini sudah mafhum diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan, hal yang sama pada prinsipnya juga bisa dilakukan pada tulang.

Seperti yang dilakukan Marwan Eka Fadilah, salah satu pemuda kreatif yang mampu memanfaatkan limbah tulang sapi menjadi benda yang bernilai jual tinggi. Produk yang diciptakannya adalah jam tangan berbahan dasar tulang sapi yang ia beri label Groot Watch. Saat ini brand yang telah ia bangun sejak tahun 2015 tersebut sudah menjajal pasar Thailand dan Swiss.

Ide pembuatan jam tangan berbahan dasar tulang sapi berawal dari hobi Marwan mengoleksi jam tangan. Pemuda lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengaku mulai tertarik dan terinspirasi dari hobinya tersebut.

Sebelum menemukan tulang sebagai bahan baku jam, Marwan harus menempuh jalan panjang. Awalnya, ia menggunakan kayu sebagai bahan baku, tapi ia melihat banyak kelemahan dari bahan kayu yang diguanakannya, antara lain tak kuat terkena air dan keringat

“Saya mikir lagi nih, kalau misalnya sama lagi saya bawa jam tangan kayu, itu saya susah bersaing nya. Karena udah banyak (yang membuat) waktu itu,” kata Marwan.

Memutar otak, Marwan pun mencari bahan alternatif lain untuk membuat jam tangan handmade, dengan ciri khas yang membedakan dengan produk jam tangan handmade lainnya. Dengan riset yang intesif, iapun akhirnya menemukan potensi tulang sapi sebagai bahan baku.

“Waktu itu kan tulang sapi tuh biasanya cuman dipakai untuk kerajinan, kayak kalung, gelang, cuma gitu aja. Saya tanya ke pengrajinnya itu, bisa gak sih buat si jam tangan? Nah selama proses satu tahun itu, 2014-2015, saya riset sampe bisa membentuk dari tulang sapi jadi jam tangan,” tuturnya.

Source https://www.validnews.id https://www.validnews.id/Tulang-Sapi--Dari-Limbah-Jadi-Berkah-QLi
Comments
Loading...