Kerajinan Lukisan Aliran Pointilisme Di Tabanan

0 338

Kerajinan Lukisan Aliran Pointilisme Di Tabanan

Titik-titik itu kian digemari, mencoba terus berekspresi dengan cara yang unik. Semacam gaya seni lukis pointilisme katanya. Yang mana tiap sentuhan titik dijadikan komponen utama dalam pembentuk setiap makna seni. Bukan lagi hanya sekedar alat bantu.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang pointilisme, itu berarti sama saja membicarakan seni lukis beraliran do painting atau dot art. Bapak dari dot painting Indonesia adalah I Gusti Ngurah Gede Pemecutan, yang memperkenalkan gaya seni lukis ini sejak tahun 1959. Banyak seniman kala itu menggunakan kuas sebagai alat melukis, ia sendiri secara konsisten merubah pola kebiasaan itu melalui sidik jarinya.

Banyak karya seni dari Mbah Ngurah Gede menjadi inspirasi bagi para seniman muda nusantara. Mereka pikir bahwa presisi ilmiah dan percakapan unik pada dot painting akan meningkatkan kualitas seni tanpa menghilangkan sisi spontanitas. Pak Yusron Sudiono, 41, contohnya, “Saya melihat dot painting sangat beda dengan lukisan yang lain..disamping perpaduan warna dan membuat lukisan menjadi timbul,” terangnya.

Melukis dengan gaya Dot Art di atas permuakan kanvas cukup rumit. Tahap pertama, proses penuangan calcium atau cat dasar di atas media, usahakan semua pori-pori kain tersentuh. Tujuannya supaya hasil lebih rata dan cat lukis bisa menempel secara sempurna. Lalu jemur hingga kering, baru kemudian diamplas sampai halus. Selanjutnya, baru proses painting dapat dilakukan.

Ternyata tak semudah yang kita lihat. Butuh ketelitian dan kesabaran ketika menumpahkan cat agar tidak terlalu banyak. Karena cat yang terlalu banyak dapat merusak motif yang sudah ada. Mulai tahun 2016, ia baru berani menggeluti usaha dot painting, dalam artian usaha sendiri. Total mandiri sektiar bulan Januari 2017, karena sepanjang jeda ia harus mencari solusi untuk memperoleh channel, guna menjajakan hasil karya seninya. Hasil pencapaiannya pun sangat mengejutkan, yakni telah memiliki langganan di 3 negara berbeda: Australia, Brazil, dan Belanda.

Nama galeri: Dyuna Art Bali.
Alamat: Jln. Tendean, Kediri, Tabanan Bali.
Telepon dan WA: 0823-3972-4432.

Source http://warga-desa-worlds.blogspot.co.id http://warga-desa-worlds.blogspot.co.id/2017/12/yusron-sudiono-pelukis-beraliran.html
Comments
Loading...