Kerajinan Lukisan Ampas Kopi Di Yogyakarta

0 272

Kerajinan Lukisan Ampas Kopi Di Yogyakarta

Selama ini sisa seduhan kopi selalu dibuang karena tidak ada manfaatnya lagi. Namun, di tangan orang-orang kreatif, ampas kopi itu bisa dimanfaatkan sebagai bahan pewarna lukisan. Hal tersebut disampaikan Taufik Noor Aditama warga Yogyakarta dalam acara Klinik Desain Grafis bertemakan Melukis Dengan Media Ampas Kopi oleh UKM Seni UPN Yogyakarta.

“Mungkin kalau lagi nongkrong dan kopi habis, biasanya kita akan pesan lagi. Tanpa memikirkan ampas kopi yang telah diseduh dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pewarna lukisan,” kata Taufik kepada puluhan peserta klinik desain.

Dia menambahkan, cara pembuatan lukisan dengan ampas kopi pun tidak susah. Langkah pertama, campur ampas kopi dengan perekat agar bisa menempel. Kemudian beri air pada campuran ampas tersebut. Jika menginginkan warna yang gelap, maka hanya diberi air yang sedikit. Begitu sebaliknya. Selain itu, Taufik menyarankan kepada peserta untuk menghindari melukis gambar seperti yang ada di KTP. Menurutnya gambar atau pas foto yang ada di KTP adalah gambar mati.

“Wajah-wajah KTP itu umumnya tampak mati, tanpa ekspresi. Daripada hasilnya tidak maksimal, cari gambar yang umum,” ungkapnya.

Taufik juga menjelaskan, sebenarnya tidak hanya ampas kopi saja yang dapat dijadikan sebagai pewarna lukisan, melainkan saus, abu, hingga selai roti pun bisa. Hal tersebut telah dibuktikan Taufik, bahkan karyanya berupa gambar Albert Einstein yang Taufik buat sempat menjadi buah bibir di berbagai media saat itu.

“Saya dulunya menggambar dengan media yang tidak biasa, pertama kali yakni di atas hamparan abu Gunung Kelud di teras rumah. Berangkat dari situ saya penasaran. Akhirnya saya coba lainnya; es krim coklat, ampas kopi, pasir, dan beberapa lainnya. Bisa kok ternyata,” katanya. Selain memberikan pemaparan teknis, Taufik juga mengajak peserta klinik desain grafis untuk praktik membuat karya dari ampas kopi. Peserta nampak antusias. Karena selain diminta untuk membuat karya, peserta juga diminta untuk mempresentasikannya.

Sementara itu Ketua Panitia, Failodi Sungsang mengatakan, acara ini bertujuan merangsang anak muda memanfaatkan sesuatu yang awalnya sampah menjadi sesuatu yang berdaya guna. Khususnya ampas kopi yang sering ditemukan ketika sedang nongkrong.

“Seperti di Eropa, sampah semacam ampas kopi sudah dimanfaatkan. Di Indonesia mungkin sudah juga, tapi jumlahnya dapat dihitung. Kami berharap kelak Indonesia dapat sekreatif orang-orang Eropa,” pungkas Sungsang.

Source http://jogja.tribunnews.com http://jogja.tribunnews.com/2015/03/30/di-tangan-kreatif-ampas-kopi-pun-bisa-jadi-pewarna-lukisan
Comments
Loading...