Kerajinan Lukisan Bahan Ampas Kopi Karya Siswa SMA Di Mojokerto

0 268

Kerajinan Lukisan Bahan Ampas Kopi Karya Siswa SMA Di Mojokerto

Lukisan menggunakan cat minyak dan cat air, sudah biasa. Dua siswa di SMAN 1 Sooko ini membuat lukisan berbahan dasar ampas kopi. Meski aneh, namun keunikan dan keindahan tak kalah dibanding lukisan pada umumnya.

’’Awalnya, hanya asyik-asyikan saja. tidak kepikiran untuk menjadikan ampas kopi ini menjadi lukisan,’’ celetuk Ananda Wahyu Ramadhan, Siswa kelas XI ini, menceritakan, dari hobinya menikmati kopi hitam, ia kerap melihat sisa kopi yang terbuang sia-sia. Namun, ia mencoba menggambarkannya di tatakan cangkir warna putih.

Tak dinyana, hasilnya membuat orang-orang di sekelilingnya kagum. ’’Katanya, bagus. Sejak itu, saya berpikir, bisa diterapkan di kertas atau kanvas,’’ papar Ananda. Remaja yang tinggal di Dusun Kasihan, Desa Domas, Kecamatan Trowulan ini, menerangkan, bakat menggambarnya berasal dari kedua orang tuanya yang juga seniman. ’’Akhirnya saya banyak menggambar dengan ampas kopi,’’ tuturnya.

Anak kedua dari pasangan Pudi Agus Winanto, dan Supinah, ini pun terkejut saat mendapat apresiasi positif dari sejumlah temannya di media sosial. Ada yang memesan lukisan tentang keindahan alam, hingga orang-orang tercinta di sekitarnya.

Ananda menyebut, dari banyak pesanan, paling sulit melukis bentuk wajah. Selain harus detail, lukisan harus benar-benar mirip dengan objek. Hal itu berbeda dengan lukisan yang bercerita tentang keindahan alam.

Ketekunan mendalami kreasi lukisan dengan ampas kopi juga dilakukan Ahmad Asyraf. Dua teman karib ini, menyebut, dari sisi keawetan, tak perlu diragukan. Karena, setelah seluruh proses melukis rampung, ia kemudian mengawetkannya dengan menyemprotkan pernis. ’’Jadi, tidak perlu takut rontok. Kalau cepat hilang atau luntur,’’ bebernya.

Ia pun memasang tarif yang murah meriah. Yakni hanya Rp 25 ribu per lukisan dengan ukuran kertas A4. Namun, harga akan melambung tinggi jika pemesan meminta langsung pajang dengan pigura dan lukisan tak berbahan kertas.

Saat ini, pesanan masih terbatas. Asyraf mengaku, hanya teman-teman dekatnya saja yang memesan. Untuk mengenalkan karyanya, ia banyak mengunggah melalui media sosial instagram.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/radarmojokerto/read/2017/10/31/23510/pesanan-mengalir-paling-sulit-melukis-bentuk-wajah
Comments
Loading...