Kerajinan Lukisan Dari Lilin Malam Di Kulonprogo

0 126

Kerajinan Lukisan Dari Lilin Malam Di Kulonprogo

Penyelenggaraan pesta demokrasi di tahun politik, 2019 nanti, menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh Gito Ciblek. Seniman sekaligus wirausaha dari Kulonprogo ini berharap, tahun politik bisa membawa keberuntungan, terutama jika jumlah pesanan karyanya yakni batik bergambar karakter tokoh politik meningkat signifikan.

Sejak empat tahun terakhir, Gito Ciblek yang merupakan pemilik Sekar Langit Batik ini memang berkonsentrasi membuat batik wajah tokoh di rumah produksinya, Sembungan RT 28 Gulurejo Lendah. Keelokan karyanya sudah diakui banyak orang di berbagai daerah se-Indonesia. Sejumlah wajah tokoh pernah dituangkan Gito dalam karyanya, mulai dari mantan presiden Soekarno dan Gus Dur, presiden yang saat ini menjabat yakni Jokowi hingga mantan calon presiden yang juga disebut-sebut akan kembali meramaikan pesta demokrasi tahun depan, Prabowo Subianto. Ada pula mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Saya suka corat-coret, hobi nulis dan nggambar, sampai akhirnya berhasil menyatukan batik dengan seni modern seperti ini,” kata Gito, saat disambangi <I>Merapi<P> di stan bazar yang diikutinya, belum lama ini

Dalam produknya, Gito menyatukan batik dengan lukis. Artinya, wajah tokoh disket menggunakan tangan, baru kemudian dibatik. Pembuatan karya ini dikatakan Gito jauh lebih sulit daripada melukis, karena harus memilih banyak warna untuk dipadupadankan agar terbentuk gambar wajah yang hidup.

“Kita seolah memberi nyawa pada gambar. Si tokoh harus seperti tokoh, salah sedikit saja akan berubah menjadi tidak karuan,” ujarnya.

Karena kerumitan itulah, Gito harus mengerjakan sendiri setiap proses pembuatan batik tokoh tanpa bisa menyerahkan begitu saja kepada pembatik lain. Ia juga membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan satu batik tokoh, yakni berkisar 2 sampai 3 minggu.

“Prosesnya hampir sama dengan batik, yakni pakai canting, diwarna kemudian direbus. Namun yang membedakan, batik tokoh ini saya sket pakai tangan. Harus saya sendiri yang menggambar dan memilih perpaduan warnanya,” jelas Gito.

Keunikan lain yang menonjol dalam proses pembuatan batik tokoh adalah banyaknya warna yang digunakan. Setiap warna harus melalui satu proses perebusan sehingga pembuatan batik tokoh cukup menyita waktu dan tenaga karena harus direbus berulang kali.

“Kalau pas musim hujan lebih lama lagi, kan butuh panas dalam proses pengeringan,” tambah Gito.

Meski rumit dan menyita waktu, namun Gito selalu dibuat bangga dengan hasil karyanya. Batik tokoh ini kerap dipesan konsumen berbagai daerah seperti Jakarta, Medan, Makassar dan Sulawesi, baik untuk hiasan dinding maupun hadiah bagi penyuka tokoh tersebut. Sedikitnya, ia sudah menciptakan lima batik tokoh Soekarno, empat Gus Dur dan dua Jokowi.

“Kalau Prabowo malah belum laku ini,” ujarnya sambil tertawa.

Karya-karya tersebut, dibuat Gito dengan ukuran rata-rata 1×1 meter atau 1mx80cm. Harganya berbeda-beda tergantung kesulitan pembuatan, yakni berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Sementara untuk ukuran kecil yakni 40x60cm, dihargai Rp 600.000.

“Ada juga yang pesan untuk baju, tapi tidak terlalu apik karena kecil,” imbuh Gito.

Baru-baru ini, karya Gito melebar menjadi pembuatan batik wajah sesuai pesanan konsumen. Ada banyak orang yang menginginkan wajahnya dituangkan dalam batik dengan berbagai ukuran. Sebagian merupakan wajah pembeli itu sendiri, sebagian lagi wajah orang lain sebagai hadiah.

“Dia kirim foto ke saya, lalu saya lukis dengan pilihan warna saya sendiri, baru kemudian dibatik. Ada juga orang yang pesan untuk hadiah pejabat daerah seperti bupati,” terangnya.

Gito berharap, ke depan karyanya semakin dikenal masyarakat luas. Terlebih selain batik tokoh, ia juga memproduksi batik abstrak berbentuk lembaran kain maupun pakaian jadi, sejak delapan tahun lalu.

Source https://www.harianmerapi.com https://www.harianmerapi.com/lifestyle/2018/07/30/27255/gito-kolaborasikan-sketsa-dan-lilin-malam-warna-warni-batik-tokoh-politik
Comments
Loading...