Kerajinan Lukisan Dari Tusuk Gigi Di Trenggalek

0 236

Kerajinan Lukisan Dari Tusuk Gigi Di Trenggalek

Tusuk gigi bagi sebagian besar orang merupakan alat untuk membersihkan makanan di sela – sela gigi. Namun siapa sangka tusuk gigi yang menurut sebagian besar orang tak berharga di tangan seseorang kreatif asal Kabupaten Trenggalek menjadi barang yang bernilai seni tinggi.

Di rumahnya di Desa Panggungsari RT 3 RW 1, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Arsdyansyah Anamta Firdauzie menyulap tusuk gigi dan beragam bahan bekas menjadi bahan seni yang sedikit ‘aneh’ namun berharga mahal.

Sekilas bila berkunjung, rumah ini tidak ada berbeda dari rumah – rumah di sekitarnya. Pepohonan dan tanaman rimbun khas pedesaan menyambut tamu ketika memasuki pekarangan rumah miliknya.

Namun ada hal menarik yang bisa dilihat, satu unit vespa dengan motif batik berwarna hijau yang khas terparkir di depan teras mulai memberikan gambaran bagaimana dan siapa sang empu rumah.

Tampilan vespa yang artistik dan ‘khas’ membuat rumah yang masih berstatus ‘ngontrak’ ini tampak beda dari sekitarnya dan mencerminkan pemilik rumah berjiwa seni. Benar saja bukan hanya motif cat kendaraan bermotor saja yang unik. Aksesoris kendaraan bermotor pun cukup unik.

Jika kebanyakan sepeda motor menggunakan box di belakang kendaraannya dengan harga mahal. Pria berusia 48 tahun ini lebih memilih menyulap barang ‘murah’ menjadi barang yang berkualitas seni tinggi.

Ia lebih memilih memasang kerajinan anyaman dari bambu berupa tampah yang biasa digunakan penjual kue berjualan keliling, sebagai box dan tempat menaruh ban cadangan.

“Makanya kalau ketemu orang pasti ditanya jualan kue apa. Padahal isinya ini ‘perkakas perang’ mulai dari alat elektronik hingga ban cadangan vespa,” kelakarnya.

Bila memasuki ruangan rumah akan tampak beberapa hasil karya lukisannya yang dibuat dari tusuk gigi. Memadukan kombinasi 90 persen lebih pewarna alami dan tak kurang 10 persen dari pewarna kimia menjadikan lukisan tusuk gigi T – Wool ini ramah lingkungan.

Uniknya lukisan dari tusuk giginya juga tidak hanya dengan media kanvas saja, melainkan juga dari kaos, gelas, jilbab, sepeda Pancala, hingga vespa kesayangannya.

Uniknya, keahlian melukis dengan tusuk gigi bukan hanya dimilikinya. Namun juga sang istri Siti Fatimah dan putri keduanya yang berusia 6 tahun, Zahira Septia Anamta.

Sang istri dengan cekatan membuat batik tulis dengan tusuk gigi di kain jilbab polos. Awalnya sang istri hanya iseng – iseng membuat batik pada kain jilbab polos.

“Dulu awalnya iseng – iseng saja. Awalnya memang disuruh nyoba melukis tidak mau, tapi ketika sudah menghasilkan karya pertama di gelas ketagihan,” ujar perempuan yang akrab disapa Fatimah ini.

Awalnya sebelum melukis di jilbab, Fatimah mengaku menggoreskan tusuk giginya di gelas kaca. “Dulu pertama melukis satu gelas. Terus ketika selesai saya belikan lagi 1 lusin gelas,” ungkap sang suami selagi tertawa.

Source https://lifestyle.okezone.com https://lifestyle.okezone.com/read/2018/01/25/406/1850257/berkenalan-dengan-keluarga-pembuat-lukisan-dari-tusuk-gigi-asal-trenggalek
Comments
Loading...