Kerajinan Lukisan “Desa Yang Hilang” Di aceh

0 174

Kerajinan Lukisan “Desa Yang Hilang” Di aceh

Tangan Bambang dengan cekatan mulai melukis di atas kain kanvas blancu ukuran 2X4 meter. Beberapa bagian yang belum dicat, ia warnai dengan kuas ukuran kecil. Lukisan yang sedang ia buat berlatar saat gelombang dahsyat tsunami menyapu wilayah Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Sebuah lukisan detik-detik tsunami meluluhlantakkan kota Banda Aceh. Ukurannya sama yaitu 2X4 meter. Lukisan tersebut milik seorang temannya yang sudah siap untuk dipamerkan. Sementara hasil kreasi Bambang hampir rampung.

Lelaki bernama lengkap Bambang Trysetiyono sudah mulai melukis sejak akhir November 2014 lalu tentang kondisi Desa Lambada Lhok saat diterjang tsunami. Tak mudah bagi pria asal Yogyakarta ini menuangkan suasana desa ke dalam lukisannya. Terlebih kala petaka itu terjadi, ia tidak berada di Aceh.

Bermodalkan tekadnya untuk merawat kenangan mengenai tsunami, Bambang mewawancarai satu persatu warga yang tinggal di sana untuk menceritakan kembali letak rumah mereka sebelum tsunami. Berdasarkan cerita wargalah, Bambang mulai menuangkan segalanya dalam lukisan.

Ia melukis persis di depan masjid Desa Lambada Lhok. Posisi masjid ia lukis sama persis dengan bentuk aslinya. Tak jauh dari sana, juga terdapat rumah penduduk, pohon-pohon, maupun sejumlah bangunan lain. Lewat lukisannya, Bambang ingin menceritakan kembali tentang kondisi desa yang terletak tak jauh dari bibir saat gelombang dahsyat menyapu.

Bambang bukan tanpa alasan melukis desa tempatnya menetap kini. Pria yang memulai kariernya sebagai seniman sejak 1974 silam di Yogya ini ingin mengangkat kembali Lambada Lhok sebagai desa terparah diterjang tsunami. Tujuannya agar masyarakat mengetahui perbandingan sebelum dan setelah petaka itu terjadi.

Sejak menetap di Aceh dua tahun silam, Bambang mulai tertarik dengan Lambada Lhok. Mulai saat itulah ia mulai berpikir untuk membuat sebuah lukisan yang dapat merawat kembali ingatan masyarakat mengenai tsunami. Keinginannya itu baru ia salurkan pada November silam bertepatan menjelang peringatan 10 tahunie beuna (sebutan tsunami di kalangan masyarakat Aceh).

Source Kerajinan Lukisan "Desa Yang Hilang" Di aceh detiknews
Comments
Loading...