Kerajinan Lukisan Kaca Di Buleleng

0 262

Kerajinan Lukisan Kaca Di Buleleng

Ketut Santosa, yang masih melukis kaca, tapi dia bergerak memasuki tema-tema kerakyatan yang parodikal. Dengan tetap ‘memanfaatkan’ elemen-elemen lama lukisan kaca dan juga tetap memakai tokoh-tokoh dunia pewayangan, seperti Sangut, Delem, Tualen, Mredah; Santosa ‘menghadirkan’ mereka ke bumi. Tokoh-tokoh itupun masuk cafe atau warung, ikut demonstrasi. Lukisan Santosa ini, yang bagi masyarakat Nagasepaha dianggap ‘nyeleneh’, dinilai sebuah ‘penyegaran’ di kalangan pengamat seni rupa.

Di Nagasepaha, Buleleng, berkembang bukan saja ke tema-tema bebas yang lain, namun sudah sampai pada titik bagaimana mencari alternatif dalam merepresentasikan lukisan kaca di ruang publik. Anak-anak diajak melukis pada kaca pada daun jendela. Juga pada kaca-kaca lain yang melekat menjadi bagian objek tertentu.

Lukisan bukan melulu tertempel di dinding, tapi bisa saja menjadi bagian dari jendela, atau benda-benda bermateri kaca lainnya. Munculnya generasi ini yang tidak lagi mengangkat tema wayang + bukan untuk pesanan + bukan untuk kepentingan ornamental bangunan suci adalah tahapan lebih lanjut dari sejarah lukisan kaca yang awalnya ‘seni pesanan’ menjadi ‘seni eksperimental’.

Garis hitam bisa saja menjadi tambahan belakangan, tapi pulasan warna dan permainan kebebasan warna datang lebih awal. Mereka mempercayakan diri pada kekuatan dan pukau warna, bukan pada keteraturan garis seperti generasi sebelumnya. Lukisan kaca ‘seni eksperimental’ punya daya kejut yang bisa bergerak liar.

Source Kerajinan Lukisan Kaca Di Buleleng Kerajinan Lukisan Kaca Di Buleleng
Comments
Loading...