Kerajinan Lukisan Karya Difabel di Kendal

0 310

Kerajinan Lukisan Karya Difabel di Kendal

Memiliki keterbatasan fisik tidak membuat Rodhi Mahfur atau yang lebih dikenal dengan Art Rodhi untuk berhenti berkarya. Pria asal Kendal ini sukses menghasilkan banyak karya lukis dan sketsa foto wajah realistis hingga menggelar pameran ke Jepang. Rodhi merupakan penyandang disabilitas, kedua kakinya tak mampu lagi menyanggah tubuhnya setelah insiden kecelakaan yang terjadi 2003 silam, saat berusia 14 tahun, tepatnya kelas 3 SMP.
Mengetahui kondisinya yang hanya bisa terbaring lemah di kasur, tak jarang teman, tetangga, serta kerabat datang menjenguknya. Merasa malu karena pasca kecelakaan hingga 2010 terus diberi uang oleh kerabat yang datang menjenguknya, Rodhi pun akhirnya berpikir untuk bisa memanfaatkan uang itu sebagai modal usaha. Rodhi tak ingin merepotkan orang dan bertekad mengembalikan ekonomi kelurga yang sempat jatuh usai insiden itu. Pria 28 tahun itu juga mengaku sudah gemar menggambar sejak duduk di bangku sekolah dasar.
“Karena aku memang sejak kecil cuma bisa gambar, akhirnya aku memutuskan untuk membelanjakan uang Rp 100 ribu hasil pemberian orang-orang,” ujarnya. “Sejak kecil aku memang sudah suka gambar, kalau guru SD dulu menyuruh mencatat, aku pura-pura nyatat padahal aku itu lagi gambar,” sambung Rodhi.
Pada Januari 2012, setelah kedua tangannya sembuh dari rasa ngilu, ia mulai melukis dengan media cat besi, 2 kuas, dan kertas karton. Ia kemudian memulai dengan melukis seekor burung. Namun sayang, hasil lukisannya itu hilang saat sedang dijemur di luar rumah. Pria 28 tahun itu kemudian bertahap melukis menggunakan kanvas. Enam hasil lukisan pemandangan yang ia buat diikutsertakan oleh temannya dalam pameran di Pendopo Kendal. Tak disangka, enam karya lukisnya itu semuanya laku terjual.
Sejak saat itu, Rodhi mulai membuat akun Facebook untuk mengunggah hasil karya lukisnya. Sampai akhirnya ada orang dari luar negeri yang menguhubungi teman Rodhi melalui Facebook, ia menyampaikan pesan ingin memberikan uang untuk Rodhi, agar dibelikan keperluan melukis.
“Aku tidak kenal orang itu sama sekali, yang pasti dia orang Inggris yang tinggal di Prancis dan memang pelukis realis juga sama kaya aku. Aku dikasih uang Rp 500 sama dia dan aku belikan perlengkapan melukis. Dia juga sering kasih gambar ke aku lewat email dan aku suruh gambar trus respons dia terkejut melihat gambar aku,” katanya.
Tak hanya itu, pada 25 November 2014 lalu, tepatnya di hari ulang tahun Rodhi, ada seorang pengusaha meneleponnya dan mengucapkan selamat ulang tahun. Yang lebih mengejutkan, orang tersebut mengatakan akan menyewakan rumah di daerah BSD, Tangerang Selatan untuk ditinggali Rodhi dan keluarga.
Setelah beberapa bulan tinggal di BSD, Rodhi melakukan operasi pada pusarnya akibat insiden kecelakaan lalu. Selama dua bulan dirawat di rumah sakit, ia membuat sketsa wajah anak perawat untuk menghilangkan rasa bosan. Hasil sketsa itu dinggah di akun Instagramnya, yang akhirnya membuat ia banyak dikenal. Tak hanya itu, Rodhi juga membuat program Kolaborasi Ide Kreatif yang diberi nama Difabel Art untuk mengajarkan anak-anak melukis, yang ia beri nama Difaberl Art. Ia kemudian mencari difabel lainnya yang belum memiliki keahlian, dari situlah ia mengajarkan teknik-teknik melukis. Hingga akhirnya, saat ini berhasil memasarkan karya lukis dan sketsa wajah melalui akun Instagram. Rodhi mengaku, untuk sketsa wajah berkuran kertas A4, ia beri tarif Rp 140 ribu.
Source https://kumparan.com https://kumparan.com/@kumparannews/kisah-rodhi-pelukis-difabel-asal-kendal-yang-inspiratif
Comments
Loading...