Kerajinan Lukisan Karya Napi Di Balikpapan

0 221

Kerajinan Lukisan Karya Napi Di Balikpapan

Sejumlah lukisan berbentuk karikatur dan sketsa mampu menarik perhatian narapidana maupun pengunjung di rutan. Bahkan, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi takjub melihat wajahnya dilukis dan diberikan sebagai cendera mata saat upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus lalu.

Arif, narapidana (napi) Rutan Kelas II-B Balikpapan  sejak SMA memang senang melukis dan kerap membuat berbagai macam karya lukis untuk sekolahnya. Pria kelahiran Jombang ini memilih jalan hidupnya sebagai pelukis, lantaran dapat meraup keuntungan yang cukup sekaligus menyalurkan hobinya itu.

“Saya itu mengidolakan Dan Seagrave, pelukis cover kaset pita. Dari dia saya terinspirasi untuk melukis juga. Coba-coba di awal sketsa-sketsa, sekalinya nyaman dan banyak yang bilang bagus, makanya saya tekuni,” katanya saat ditemui di rutan.

Sebelum terlibat narkoba dan masuk rutan, Arif menjalani profesinya itu dengan cukup serius. Dia bahkan perlahan membuka galeri di rumahnya untuk menerima jasa lukis atau memamerkan hasil karyanya untuk dijual.

“Iya, saya sehari-hari dulu memang ngelukis. Terima jasa lukis maupun belajar mewarnai. Ini saya pelan-pelan sudah buat galeri di rumah sama istri, jadi nanti ketika keluar saya bisa lanjutkan usaha saya itu,” ujarnya.

Penghasilan Arif cukup lumayan. Satu lukisannya ditaksir sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu. Dalam sebulan, Arif mampu meraup keuntungan sebesar Rp 2-3 juta. Setiap lukisan waktu pengerjaannya pun berbeda-beda, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya. Paling lama dia membutuhkan waktu tiga hari untuk jenis karikatur ukuran 12R.

“Ukuran 12R itu harganya Rp 500 ribu, pengerjaannya dua sampai tiga hari. Untuk gambar sketsa itu ditarif Rp 150 ribu. Paling murah itu siluet seharga Rp 50 ribu, pengerjaannya paling cepat nggak sampai 10 menit,” sebutnya.

Bahan yang dibutuhkan Arif dalam melukis cukup simpel dan terjangkau. Yakni, hanya berbahan dasar kertas gambar serta pensil warna yang sering dipakai pelajar untuk menggambar. Semua bahan tersebut disediakan oleh rutan untuk membantu menyalurkan bakat warga binaan. “Pensil warna hitam aja yang paling sering habis. Sisanya itu cuma kertas gambar aja,” tuturnya.

Kreasi Arif rupanya mampu menginspirasi rekan narapidana lainnya. Salah seorang yang tertarik mengikuti jejak Arif ialah Asri (40). Narapidana asal Makassar yang divonis 11 tahun penjara karena kasus kekerasan seksual ini mencoba belajar dengan Arif. Sebab, Asri sendiri memang menyukai seni lukis sejak kecil. Beberapa hasil karyanya pun cukup menarik perhatian.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II-B Balikpapan, Febie Dwi Hartanto mengatakan, pihaknya selalu mendukung narapidana yang memiliki bakat. Pihaknya membantu memfasilitasi sesuai bakat yang ada. Seperti Arif dan Asri, dia membantu menyediakan perlengkapan lukis dan galeri.

Source http://balikpapan.prokal.co http://balikpapan.prokal.co/read/news/236232-napi-narkoba-sebulan-raup-untung-hingga-rp-3-juta
Comments
Loading...