Kerajinan lukisan Menggunakan Tusuk Gigi Karya Difabel Di Banjarnegara

0 313

Kerajinan lukisan Menggunakan Tusuk Gigi Karya Difabel Di Banjarnegara

Kondisi fisik Ari Irawan berbeda dengan pria lain pada umumnya. Kedua tangan dan kakinya tidak tumbuh sempurna sejak lahir sehingga susah digerakkan. Jika dilihat secara kasat mata, mustahil pria asal desa Merden, Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah, itu punya keterampilan luar biasa melalui jemari tangannya yang tak sempurna. Ari kini tumbuh sebagai seniman lukis yang handal. Pada usia 4 tahun, ia mulai hobi memegang pensil untuk menggambar pemandangan alam. Meski awalnya kesulitan, Ari kecil tak patah arang. Ia terus mengasah kemampuannya agar menjadi pelukis profesional.

Saat duduk di kelas 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs), Ari mulai mengenal internet. Ia rela merogoh saku untuk pergi ke warung internet (warnet) guna mempelajari teknik dasar melukis melalui YouTube. Berkat keuletannya, kemamuan Ari kian terasah. Hasil lukisannya semakin detil dan nyaris menyerupai objek asli. Saat itu, karya Ari hanya terpajang di ruang koleksi pribadi.

Karyanya mulai dikenal publik pun berawal dari ketidaksengajaan. Mulanya ia mengagumi seorang gadis di sekolahnya. Kekaguman itu berubah menjadi cinta. Ari memindahkan imajinya tentang gadis itu ke dalam media kertas. Ia mengerahkan total kemampuannya untuk melukis perempuan tersebut agar hasilnya sempurna. Lukisan itu kemudian dihadiahkan kepada sang pujaan sebagai ungkapan perasaan.

Ari juga mengunggah lukisan gadis itu ke laman Facebook miliknya. Tak diduga, banyak orang yang mengapresiasi karyanya. Satu per satu teman-teman Facebook-nya mulai menanyakan harga lukisannya. Sejak saat itu, Ari mulai percaya diri untuk mempromosikan dan menjual karyanya. Kini, Ari mulai kebanjiran pesanan. Satu lukisan seukuran kertas A3 ia hargai Rp200 ribu hingga Rp350 ribu tergantung warna dan tingkat kerumitan.

Ari terus berinovasi. Ia tidak hanya melayani jasa lukis manual, tapi juga mahir melukis digital melalui komputer. Ari kini tak hanya melayani jasa lukis di atas medium kertas atau kanvas, melainkan juga menawarkan jasa lukis di atas medium lain, di antaranya kaus, sepatu, tas, topi, bahkan batu.

Yang menarik adalah cara Ari dalam melukis objek. Berbeda dengan pelukis umumnya, Ari menggambar menggunakan tusuk gigi atau lidi. Penggunaan media itu untuk memudahkannya melukis setiap detail objek sehingga hasil lukisannya sempurna.

“Saya biasa menggunakan tusuk gigi, terutama saat melukis kaus,” katanya.

Source https://www.rappler.com https://www.rappler.com/indonesia/ayo-indonesia/177025-seniman-difabel-lukisan-tusuk-gigi
Comments
Loading...