Kerajinan Lupe Daun Pandan Dari Masyarakat Bima

0 323

Kerajinan Lupe Daun Pandan Dari Masyarakat Bima

Jenis kerajinan Lupe yang dibuat oleh Alan malingi ini adalah kerajinan merangkai dan melipat daun. Untuk kerajinan anyaman pandan ini dipakai bahan daunan sejenis pohon palem atau kelapa dan lontar dan jenis daun rumput seperti pandan dan mendong. Meskipun sifat daun tersebut relatif lebih lemah, namun untuk menjadi bahan anyaman yang siap dipakai, terlebih dahulu harus mengalami pengolahan. Cara pengolahannya ialah dengan jalan melepaskan lidi dan urat-urat daun dan selanjutnya menghaluskan. Bahan yang terolah menjadi lentur dan luwes dan siap untuk dilipat dan dirangkai menjadi tikar, karpet, alas makan, tas dan topi yang dalam penyelesaiannya dapat dibentuk.

Pada umumnya anyaman yang bahan bakunya Ro’o Fanda, hasil anyaman pengrajin dari Donggo Ele (Donggo Timur) yaitu dari Desa Kuta, Sambori Kaboro dan Teta. Tetapi ada juga yang dianyam oleh masyarakat Mbojo yang bertempat tinggal di daerah dataran tinggi, seperti Desa Lela Mase Kecamatan. Rasanae Timur, dan beberapa desa di Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Pohon pandan dalam berbagai jenis bisa tumbuh subur di daerah Bima dan Dompu. Sebab itu persediaan baku untuk anyaman daun pandan tidak ada masalah.

Proses pembuatannya sangat sederhana, berbeda dengan pembuatan Dipi Ro’o Ta’a. Bentuk anyaman tidak sehalus anyaman Dipi Ro’o Ta’a. Tidak memiliki motif dan hiasan lainnya. Keadaan tikar dalam keadaan polos sesuai warna aslinya.

Dipi Fanda dipergunakan atau dipakai sebagai alas duduk dan tempat tidur bagi anggota keluarga. Walau bentuknya sederhana, namun tahan lama dan tidak mudah robek atau putus. Jas hujan tradisional Mbojo, dibuat dari daun pandan gunung, berdaun lebar lagi panjang, seratnya kuat tidak mudah robek. Lupe sangat cocok bagi petani peternak atau pengembala yang sedang bekerja di sawah ladang dan padang nan luas.

Source Kerajinan Lupe Daun Pandan Dari Masyarakat Bima Kerajinan Lupe Daun Pandan Dari Masyarakat Bima
Comments
Loading...