Kerajinan Mainan Anak Di Banyumas

0 339

Kerajinan Mainan Anak Di Banyumas

Menjelang liburan sekolah dan Lebaran, perajin mainan anak-anak tradisional di Desa Rempoah, Kecamatan Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah meningkatkan produksinya. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, permintaan mainan anak-anak selalu meningkat hingga 100%.

Tarno, seorang perajin mainan anak-anak jenis Bajaj mini dan kincir angin, sengaja meningkatkan produksi mainan sejak sebulan terakhir untuk mempersiapkan masa liburan. Bahkan, Tarno yang juga bekerja sebagai penjaga malam (Satpam) di sebuah bank di wilayah setempat sampai harus bekerja lembur membuat mainan anak sambil menjaga bank.

“Kalau malam saya jaga sebagai satpam di BRI Rempoah. Kadang sambil jaga saya lembur buat mainan,” kata Tarno, pemilik usaha mainan anak-anak Nada Toys di Jalan Raya Rempoah, Baturaden.

Menurutnya, permintaan akan terus meningkat saat mendekati masa liburan sekolah. Biasanya untuk memenuhi penjual musiman di sejumlah objek wisata

“Kalau saya buat biasanya dijual sendiri, ditoko dan saya buka lapak ke Baturaden setiap Sabtu dan Minggu. Jelang liburan dan Lebaran kali ini ada yang ngambil dan jualnya Purwokerto, biasanya pedagang musiman pas Lebaran aja,” ujar Tarno.

Ia menjelaskan, dari sekian jenis kerajinan mainan anak yang dibuat, miniatur bajaj mini dan kincir angin petruk gareng yang menjadi favorit.

Dalam sebulan, Tarno bisa menyelesaikan hingga 200 unit miniatur bajaj mini serta kincir angin petruk gareng. Kini menjalang liburan, dirinya harus bisa memproduksi mainan anak-anak hingga 400 unit.

“Biasanya nanti pedagang musiman yang datang sendiri ke sini untuk dijual kembali,” ujarnya.

Tarno mengungkapkan, untuk harga yang dia patok untuk setiap kerajinan mainan yang dia buat bervariasi antara lain harga bajaj mini dia menghargai Rp 35 ribu, kincir angin petruk gareng Rp 30 ribu, dokar Rp 65 ribu, kuda jungkat jungkit Rp 120 ribu, kuda keseimbangan Rp 20 ribu dan mainan truk miniatur dari berbagai ukuran dia hargai antara Rp 70 ribu hingga Rp 150 ribu serta kuda lumping.

Ia mejelaskan, awal mula Tarno membuat bajaj miniatur didapatnya dari coba-coba membuat sediri setelah melihat dan mempelajari bajaj miniatur yang dibelinya dari Pasar Minggu, Jakarta.

“Dulu iseng-iseng aja buat, ternyata bisa, ya sudah saya produksi aja sekalian,” jelasnya yang membuat bermacam mainan anak dari kayu keras.

Awal mula Tarno mendirikan usaha kerajinan mainan anak dimulai pada tahun 2008, setelah terinspirasi dari mainan anak-anak semasa kecil yang sudah mulai dilupakan oleh mainan modern yang lebih diminati anak-anak saat ini.

“Dulu itu terinspirasi mainan waktu saya masih kecil. Sejak 2008 saya mulai membuat bersama istri berdua dan sekarang berkembang ke mainan lain,” ungkapnya.

Saat ini untuk melengkapi produk mainan yang dibuatnya sendiri, toko mainannya pun dilengkapi dengan mainan anak-anak lain yang biasa dijual pasaran seperi bola, balon, boneka dan lain sebagainya.

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/solusiukm/d-2610277/cerita-tarno-satpam-yang-kerja-sampingan-sebagai-perajin-mainan
Comments
Loading...