Kerajinan Mainan Dari Limbah Besi Di Semarang

0 35

Kerajinan Mainan Dari Limbah Besi Di Semarang

Dengan memanfaatkan barang-barang bekas dari logam, Indaryanto berkreasi membuat mainan berbentuk robot. Dia menginginkan hasil kreasinya itu tampak hidup dan lebih bebas.

Rangkaian piringan cakram motor dan besi-besi bekas lain, disusun sedemikian rupa menjadi bentuk dinonasurus setinggi sekitar 50 sentimeter. Ada bearing, mur baut, dan logam-logam bekas lain yang disusun hingga menyerupai bentuk kaki hingga badan. Adapun untuk bagian kepala, dibuat dari setrika bekas. Mainan berbentuk dinosaurus itu, adalah karya terbaru Indaryanto, saat ditemui di rumahnya Jalan Anjasmoro Raya Tengah RT6 RW6, Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat.

Mainan itu dilengkapi rangkaian lampu yang bisa berfungsi sebagai lampu meja. ’’Saya merangkainya satu persatu hingga terbentuk kaki. Lebih ke atas membentuk badan. Bagian kepala yang terakhir mendapat setrika bekas dari teman. Saya tempel di situ akhirnya,’’ ujarnya.

Indaryanto menuturkan telah menggeluti kerajinan itu sejak 2009. Dia mulai membuat mainan-mainan kecil yang bisa dibongkar pasang. Mulanya membuat produk dari lego. Hingga merambat ke karya lain seperti miniature motor Harley Davidson.

Semua menggunakan barang-barang bekas. ’’Awalnya suka mengotak-atik barang. Cuma senang kalau ada barang biasa yang dikreasikan menjadi lain. Dulu saya buat dari limbah alam, ada kayu, dan kerikil, kemudian menggunakan logam-logam bekas.

Apapun bisa dipakai seperti kepala korek api gas, dan kepala ikat pinggang, garpu, dan sendok. Saya otak-atik agar memiliki nilai seni,’’katanya.

Dari situ dia mampu membuat mobil, motor, kereta api. Sekarang berkembang dengan kreasi mainan berbentuk robot gundam. Dia ingin mainan itu lebih berkarakter dan terkesan hidup. Karyanya ini diakui, terlihat dari bagaimana orang-orang membeli produknya. ’’Banyak yang menyukai produk saya berupa robot lego. Bermacam karakter ada kesatria kuda dan lainya. Semua bisa dibongkar pasang, karena saya lengkapi magnet. Orang suka ini, mereka bilang ini terkesan lebih hidup,’’katanya.

Dia mengaku sering kesulitan untuk menemukan ide. Padahal konsumen menyukai ide-ide segar, sekaligus bentuk yang bisa mengekspresikan kebebasan. Tidak seperti patung yang mati. Lebih jauh dirinya menganggap apresiasi seni dari orang Semarang khususnya bagus. Pihaknya ingin agar dinas lebih memerhatikan potensi-potensi seperti apa yang dilakukannya. Sehingga dapat mengembangkan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).

Ke depan, dia berencana mengombinasikan tokoh wayang dan karakter superhero. Sehingga kesan tradisional dan modern menyatu. ’’Misalnya bentuk tradisional Semarang itu seperti Warak Ngendog. Saya berfikir membuat karakter Hanoman dengan versi robot. Tapi terkadang terbentur permodalan. Ternyata untuk membuat sesuatu yang khusus tidak sedikit biaya,’’katanya. Lebih jauh beberapa kolektor yang sering membeli karyanya dari banyak kalangan. Baik dari masyarakat umum, pejabat, hingga turis asing. ’’Kalau agar robot terlihat lebih hidup. Rangkaian lebih bagus memiliki warna asli. Ada karat-karatmya itu bagus. Di situ nilai seninya. Orang kalangan menengah ke atas menyukainya,’’ujarnya.

Source https://www.suaramerdeka.com https://www.suaramerdeka.com/index.php/smcetak/baca/117832/merangkai-limbah-besi-jadi-mainan
Comments
Loading...